Samarinda — Komisi IV DPRD Kota Samarinda menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan menekankan pentingnya akurasi data sebagai dasar kebijakan pembangunan daerah.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan keberhasilan sensus sangat bergantung pada sinergi antara DPRD dan Badan Pusat Statistik (BPS), terutama dalam memperluas sosialisasi kepada pelaku usaha di berbagai sektor.
“DPRD memiliki peran strategis dalam membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama kepada pelaku usaha, agar pelaksanaan sensus dapat berjalan optimal,” ujarnya usai rapat dengar pendapat di DPRD Samarinda (29/4/2026).
Ia menegaskan, sensus ekonomi yang digelar setiap 10 tahun ini menjadi instrumen penting untuk memotret kondisi riil perekonomian daerah.
Data yang dihimpun nantinya akan digunakan sebagai dasar perencanaan sekaligus evaluasi program pembangunan.
“Melalui sensus ini, kita bisa melihat secara komprehensif bagaimana perkembangan ekonomi daerah. Data tersebut menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif,” katanya.
Selain untuk pemerintah, Novan menyebut hasil sensus juga dapat dimanfaatkan pelaku usaha dalam membaca tren pasar dan menentukan strategi bisnis.
Ia juga mengingatkan pentingnya kejujuran responden dalam memberikan data agar hasil sensus benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.
“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, DPRD akan mendorong seluruh anggota dewan di daerah pemilihan masing-masing untuk ikut melakukan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan partisipasi dan meminimalkan kendala selama pelaksanaan sensus.
Pemkot Samarinda menargetkan hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi acuan utama dalam menentukan arah pembangunan ekonomi daerah dalam satu dekade ke depan. (ADV/DPRD SMD)







