Sungai Menyempit di Tengah Permukiman, Normalisasi Sambutan Tak Mudah

- Penulis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SAMARINDA- Rumah-rumah yang berdiri rapat di sepanjang aliran sungai menjadi salah satu kendala penanganan banjir di kawasan Sambutan, Samarinda.

Kondisi sungai yang menyempit dan berkelok membuat upaya normalisasi tidak bisa dilakukan tanpa mempertimbangkan bangunan serta ruang yang tersedia.

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Suparno, mengatakan persoalan tersebut terlihat pada aliran sungai di kawasan Sambutan Pelita 2, sekitar SPBU, yang mengarah ke Selili sebelum bermuara ke Sungai Mahakam.

“Dari Sambutan Pelita 2 di daerah sekitar SPBU itu ada sungai, tetapi sudah menyempit dan berkelok-kelok. Selain itu rumah di situ juga padat. Maka agak sulit kalau mau dinormalisasi,” ujar Suparno saat ditemui di DPRD Samarinda (16/10/2026).

Baca Juga :  DPRD Nilai Pariwisata Samarinda Sulit Berkembang Tanpa Dukungan Anggaran Memadai

Menurutnya, kondisi aliran sungai perlu menjadi bagian dari evaluasi penanganan banjir, selain pembenahan drainase di lingkungan warga.

“Perbaikan saluran di jalan utama saja belum cukup apabila drainase di gang permukiman masih terbatas,” jelasnya.

Salah satu pilihan yang dapat dikaji ialah memperlebar drainase. Namun, langkah tersebut membutuhkan pembahasan mengenai penggunaan lahan warga dan harus memperhitungkan lebar jalan lingkungan.

Baca Juga :  Samarinda Hadapi Ledakan Kendaraan, Transportasi Publik Dinilai Jadi Solusi

Suparno juga mengusulkan pembangunan kolam retensi untuk menampung limpasan air saat hujan deras. Pemerintah perlu memeriksa terlebih dahulu ketersediaan aset tanah yang memungkinkan digunakan untuk fasilitas tersebut.

“Untuk pembangunan kolam retensi kita perlu lihat apakah Pemkot punya tanah daerah situ nggak? Kita lihat nanti,” demikian Suparno. (adv)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat
Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan
Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan
Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek
Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak
Peralatan Pemadam Rusak, Abdul Rohim Desak Karhutla Naik Status Jadi Bencana Nasional
Kepemilikan Lapak Atas Nama Keluarga Jadi Persoalan, Disdag Samarinda Kaji Penataan Ulang
Koperasi Belum Siap, Iswandi Khawatir Gaji ASN Tertunggak dan Sistem Pembayaran Bermasalah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak

Berita Terbaru