Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat

- Penulis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Wakil Ketua II DPRD Samarinda Ahmad Vananzda saat meninjau pembangunan jalan di sekitar Pasar Pagi, Jalan Mas Tumenggung,

Wakil Ketua II DPRD Samarinda Ahmad Vananzda saat meninjau pembangunan jalan di sekitar Pasar Pagi, Jalan Mas Tumenggung,

SAMARINDA – DPRD Samarinda meminta pembangunan fasilitas tambahan di sekitar jalan kawasan Pasar Pagi dihentikan setelah muncul keberatan dari warga dan pedagang. Rencana pemasangan pagar dan taman dinilai berpotensi menghambat akses kendaraan pengangkut barang hingga mobil pemadam kebakaran.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua II DPRD Samarinda, Ahmad Vananzda, saat memimpin inspeksi mendadak di Jalan Mas Tumenggung Nomor 27, Jumat (23/10/2026). Peninjauan dilakukan menyusul keluhan masyarakat mengenai penataan jalan yang permukaannya ditinggikan sekitar setengah meter.

Ahmad mempertanyakan dasar pelaksanaan pekerjaan tersebut, termasuk kejelasan status lahan dan keterkaitannya dengan pembangunan Pasar Pagi. Ia menyebut proyek jalan itu tidak termasuk dalam satu paket pekerjaan dengan pembangunan pasar.

“Hari ini kita turun ke lapangan, sidak. Persoalannya terkait pembangunan jalan yang ada di sekitar kawasan Pasar Pagi ini. Menurut saya ini tidak sesuai aturan yang ada,” kata Ahmad.

Menurut dia, persoalan yang paling mendesak ialah dampak perubahan akses terhadap kegiatan usaha masyarakat. Keberadaan pagar dan taman dikhawatirkan menyulitkan kendaraan pengangkut barang untuk mencapai toko, sekaligus mempersempit akses kendaraan darurat jika terjadi kebakaran.

Baca Juga :  Data Bansos Samarinda Disorot, DPRD Minta Bantuan Tak Salah Sasaran

“Kalau ada kebakaran, mobil tidak bisa masuk. Termasuk pedagang di sini, kalau mau masuk mobil angkut barangnya, tidak bisa,” ujarnya.

Selain akses kendaraan, peninggian jalan juga memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi toko saat banjir. Ahmad mengatakan warga terpaksa menerima jalan yang sudah ditinggikan, tetapi meminta agar pembangunan tidak dilanjutkan dengan penambahan fasilitas yang berpotensi memperburuk keadaan.

“Kalau jalan polos, mereka setuju, walaupun sudah ditinggikan kurang lebih setengah meter. Kalau banjir, warga pemilik toko yang kena,” paparnya.

Ahmad menegaskan penataan kawasan tidak seharusnya hanya mengejar tampilan kota tanpa mempertimbangkan kebutuhan warga yang menjalankan usaha di lokasi tersebut.

“Program pemerintah harusnya untuk kesejahteraan rakyat, bukan malah mempersusah rakyat di sekitar sini,” tegasnya.

Baca Juga :  Ribuan Hektare Lahan Tidur Samarinda Berpotensi Jadi TPU, DPRD Minta Pemkot Bergerak

Ia juga menanggapi keluhan warga yang merasa tidak nyaman selama pekerjaan berlangsung. Menurut Ahmad, keberatan terhadap proyek tidak bisa langsung dianggap sebagai tindakan premanisme selama tidak disertai kekerasan fisik.

“Tidak ada premanisme oleh warga sini. Mereka tidak main fisik,” tandasnya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Samarinda berencana memanggil pihak-pihak terkait, termasuk pelaksana pekerjaan dan masyarakat terdampak. Hasil pertemuan akan dituangkan dalam notulen sebagai dasar pembahasan lanjutan.

“Tindak lanjut sidak hari ini, kita akan memanggil semua pihak terkait dengan pembangunan ini, termasuk masyarakat. Nanti kesimpulannya kita buatkan notulen. Apabila masyarakat tetap meminta dibongkar, kita mendukung masyarakat,” urainya.

Ahmad menegaskan DPRD akan menindaklanjuti aspirasi warga selama berkaitan dengan kebutuhan masyarakat Samarinda.

“Siapa pun yang datang ke DPRD Samarinda, selagi itu masyarakat Samarinda dan kebutuhannya menyangkut warga Samarinda, kita akan turun. Bukan hanya di Pasar Pagi ini,” tutup Ahmad. (ADV)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan
Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan
Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek
Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak
Peralatan Pemadam Rusak, Abdul Rohim Desak Karhutla Naik Status Jadi Bencana Nasional
Kepemilikan Lapak Atas Nama Keluarga Jadi Persoalan, Disdag Samarinda Kaji Penataan Ulang
Koperasi Belum Siap, Iswandi Khawatir Gaji ASN Tertunggak dan Sistem Pembayaran Bermasalah
Tiga Kali Pertemuan Lagi, Raperda Pariwisata Samarinda Dibidik Masuk Paripurna Akhir Tahun
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak

Berita Terbaru