SAMARINDA – Hotel swasta di Samarinda dinilai perlu tetap memiliki kesempatan memperoleh kegiatan pemerintahan meski ada imbauan untuk memprioritaskan hotel milik BUMD.
DPRD Samarinda meminta penentuan tempat kegiatan kedinasan mempertimbangkan kebutuhan, kapasitas, dan fasilitas hotel.
Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, mengatakan pemerintah perlu memperhitungkan kondisi seluruh pelaku usaha perhotelan. Hotel swasta, menurutnya, juga membutuhkan tamu dari kegiatan rapat, pertemuan, dan acara kedinasan untuk menjaga pemasukan.
“Semua kegiatan kita percayakan kepada hotel-hotel yang punya kapasitas sesuai dengan permintaan. Sah saja mau di mana saja, tidak boleh hanya harus di hotel BUMD, karena menurut saya Samarinda banyak hotel,” kata Ronal (14/10/2026).
Ia menegaskan, peningkatan PAD melalui hotel BUMD bukan persoalan selama kebijakan tersebut tetap memperhatikan kondisi ekonomi daerah.
Namun, pemerintah perlu mempertimbangkan keberlangsungan usaha swasta yang sudah berinvestasi dan mempekerjakan tenaga kerja di Samarinda.
“Untuk peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kaltim dari sektor perhotelan menurut saya sah saja. Tapi kalau untuk menjaga stabilitas ekonomi apalagi usaha hotel yang ada di Samarinda, maka lebih bijak lagi,” ujarnya.
Tanggapan itu merujuk pada Imbauan Gubernur Kaltim Nomor 900.1.13.2/4214/EK.3 tertanggal 10 Agustus 2026. Surat tersebut mendorong perangkat daerah memanfaatkan Hotel Claro Pandurata Samarinda dan Blue Sky Pandurata Boutique Hotel Jakarta untuk kegiatan serta akomodasi kedinasan.
Ronal mengingatkan, persaingan usaha perhotelan berlangsung ketika pendapatan sektor tersebut menghadapi tekanan.
Data PHRI menunjukkan pendapatan perhotelan Samarinda hingga September 2026 sebesar Rp166 miliar, lebih rendah daripada pendapatan sepanjang 2025 yang mencapai Rp200 miliar.
“Karena di Samarinda bukan hanya ada hotel tadi aja, banyak hotel swasta lain yang membutuhkan tamu dan pemasukan,” jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, pembangunan Hotel Courtyard by Marriott Samarinda menjadi salah satu investasi baru di sektor perhotelan.
Ronal mengapresiasi kepercayaan investor dan berharap kebijakan pemerintah tetap mendukung perkembangan usaha di kota ini.
“Kami di DPRD Kota Samarinda sangat mengapresiasi. Berarti investasi di Samarinda bisa berjalan dengan lebih baik. Ada tingkat kepercayaan dari investor untuk melakukan usaha di Samarinda,” demikian Ronal Stephen Lonteng. (ADV)












