Anhar Kritik Konsep Sekolah Rakyat: Jangan Ganti Nama, Benahi Akses Pendidikan

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar.

SAMARINDA– Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Anhar mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang memperkenalkan konsep Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih fokus membenahi persoalan akses pendidikan daripada menghadirkan istilah baru.

Anhar menilai berbagai konsep tersebut tidak akan menjawab persoalan utama yang dihadapi masyarakat apabila sistem penerimaan peserta didik masih menyulitkan calon siswa memperoleh bangku sekolah.

“Saya jujur tidak mengerti istilah Sekolah Rakyat, karena pada dasarnya sekolah yang ada sekarang juga merupakan sekolah untuk rakyat,” kata Anhar di DPRD Samarinda (1/7/2026).

Ia mengatakan keluhan masyarakat terkait penerimaan peserta didik baru masih menjadi persoalan yang paling sering disampaikan.

Menurutnya, sistem seleksi yang diterapkan saat ini justru membuat sebagian calon siswa kesulitan bersekolah, termasuk mereka yang tinggal di sekitar sekolah.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Soroti Minimnya Pengembangan Seni Budaya, Dorong Jadi Sumber PAD

“Yang dikeluhkan masyarakat sekarang bukan nama sekolahnya, tetapi akses untuk masuk sekolah yang justru semakin sulit,” ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai sistem pendidikan saat ini jauh lebih rumit dibanding sebelumnya.

Ia menyebut banyak orang tua mempertanyakan mekanisme seleksi karena dinilai tidak sepenuhnya berpihak kepada masyarakat.

“Dulu orang mau sekolah tinggal mendaftar. Sekarang banyak yang merasa dipersulit dengan berbagai mekanisme yang ada,” katanya.

Selain menyoroti akses pendidikan, Anhar juga mengkritisi konsep Sekolah Nasional Terintegrasi.

Menurutnya, integrasi yang dibutuhkan bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia menilai masih banyak lulusan sekolah menengah kejuruan maupun perguruan tinggi yang kesulitan memperoleh pekerjaan karena kompetensi yang dimiliki belum sesuai dengan kebutuhan industri.

Baca Juga :  Pelantikan 411 Pengawas TPS Kecamatan Samarinda Ulu: Memulai Tugas Besar untuk Wujudkan Pemilu 2024 yang Adil dan Berkualitas

“Kalau berbicara sekolah terintegrasi, yang harus diselaraskan adalah kurikulumnya dengan kebutuhan dunia kerja, bukan hanya memberi nama baru,” jelasnya.

Anhar menilai pemerintah perlu melibatkan dunia usaha, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan dalam menyusun kurikulum agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada penyediaan gedung sekolah dan peningkatan kualitas tenaga pendidik, tetapi juga harus memastikan lulusan memiliki peluang kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

“Jangan sampai negara hanya membangun sekolah dan meningkatkan kualitas guru, tetapi setelah lulus para siswa dibiarkan mencari jalan sendiri untuk mendapatkan pekerjaan,” demikian Anhar.

Berita Terkait

Data Konsesi Tambang Mulai Dibuka, DPRD Ingin Urusan Sertifikat Tanah Warga Tak Lagi Terhambat
DPRD Samarinda Dorong Pencegahan HIV dan TB Diperkuat, Jangan Hanya Andalkan Pengobatan
DPRD Samarinda Desak Pagar Pengaman Dipasang di Jembatan Mahakam Cegah Aksi Bunuh Diri
DPRD Usul Disporapar Samarinda Dipecah, Anggaran Pariwisata Dinilai Terlalu Kecil
DPRD Samarinda Kebut Raperda Kepemudaan, Target Rampung Tahun Ini
DPRD Samarinda Soroti Rencana Penggantian LPG 3 Kg ke CNG: Jangan Tambah Beban Masyarakat
31 Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMP Negeri, DPRD Kawal Jalur Manual
DPRD Samarinda Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik, Khawatir UMKM dan Ekonomi Terdampak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:52 WIB

Data Konsesi Tambang Mulai Dibuka, DPRD Ingin Urusan Sertifikat Tanah Warga Tak Lagi Terhambat

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:31 WIB

DPRD Samarinda Dorong Pencegahan HIV dan TB Diperkuat, Jangan Hanya Andalkan Pengobatan

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:47 WIB

DPRD Samarinda Desak Pagar Pengaman Dipasang di Jembatan Mahakam Cegah Aksi Bunuh Diri

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:43 WIB

DPRD Usul Disporapar Samarinda Dipecah, Anggaran Pariwisata Dinilai Terlalu Kecil

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:39 WIB

DPRD Samarinda Kebut Raperda Kepemudaan, Target Rampung Tahun Ini

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:20 WIB

Anhar Kritik Konsep Sekolah Rakyat: Jangan Ganti Nama, Benahi Akses Pendidikan

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:57 WIB

31 Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMP Negeri, DPRD Kawal Jalur Manual

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:20 WIB

DPRD Samarinda Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik, Khawatir UMKM dan Ekonomi Terdampak

Berita Terbaru