Samarinda- Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Sani Bin Husain meminta Pemerintah Kota Samarinda tidak mengandalkan kenaikan pajak untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, peningkatan PAD harus ditempuh melalui pengembangan potensi ekonomi baru yang tidak membebani masyarakat.
Sani mengatakan capaian PAD Samarinda yang kini mendekati Rp1 triliun merupakan perkembangan positif dibanding beberapa tahun lalu yang masih berada di kisaran Rp500 miliar.
Namun, ia mengingatkan agar tren tersebut tidak diikuti dengan kebijakan yang memberatkan warga.
“PAD memang terus meningkat. Tetapi jangan sampai masyarakat kecil yang menanggung bebannya melalui berbagai jenis pajak. Kalau bisa justru beban mereka dikurangi,” katanya (26/6/2026).
Ia mendorong Pemkot lebih kreatif menggali sumber pendapatan melalui penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Sejumlah sektor seperti pengelolaan air bersih, energi dari sampah, hingga potensi usaha lainnya dinilai dapat menjadi sumber PAD baru yang lebih berkelanjutan.
Selain itu, Sani menilai sektor pariwisata juga memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah.
Karena itu, DPRD tengah mendorong penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pariwisata agar pemerintah memiliki dasar hukum dalam mengembangkan destinasi wisata menggunakan APBD.
“Ini menjadi langkah penting untuk memperbaiki fasilitas wisata sekaligus mendorong sektor pariwisata menjadi salah satu penopang ekonomi daerah di masa mendatang,” tutup Sani.







