TK Negeri Samarinda Kehilangan Bosda, DPRD Minta Pemkot Perhatikan Operasional Sekolah

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SAMARINDA — Komisi IV DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota Samarinda mengevaluasi kebijakan penghentian Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) bagi seluruh Taman Kanak-Kanak (TK) negeri mulai 2026.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Novan Syahronny Pasie mengatakan, pihaknya menerima laporan dari sejumlah guru terkait tidak adanya lagi dukungan dana operasional daerah untuk 17 TK negeri yang tersebar di Samarinda.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kebutuhan operasional sekolah hingga kesejahteraan tenaga pendidik, terutama guru non-ASN yang masih membutuhkan dukungan tambahan.

Baca Juga :  Ekonomi Samarinda Tumbuh Tertinggi di Kaltim, Pelaku Usaha Masih Tertekan

“Usulan yang masuk dari bidang TK dan PAUD adalah terkait Bosda. Tahun 2026 ini guru-guru dari 17 TK negeri di Samarinda tidak lagi mendapatkan bantuan dana operasional daerah,” kata Novan, Sabtu (25/7/2026).

Ia menjelaskan, saat ini TK negeri masih memperoleh Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas) dari pemerintah pusat. Namun, keterbatasan penggunaan dana tersebut membuat sekolah tidak leluasa memenuhi kebutuhan lokal maupun mendukung pembayaran tenaga pendidik.

Novan menilai, jenjang pendidikan TK memiliki kebutuhan operasional yang tidak bisa diabaikan. Selain pembelajaran, sekolah juga membutuhkan dukungan untuk menjaga kelancaran aktivitas harian.

Baca Juga :  Pasar Rakyat Samarinda Bakal Ditata, Pedagang di Jalan dan Parkir Liar Jadi Sasaran

Karena itu, DPRD mendorong adanya langkah pembenahan terhadap sektor pendidikan, khususnya untuk memastikan operasional dasar TK negeri tetap berjalan.

DPRD Samarinda berharap pemerintah daerah dapat mencari solusi agar layanan pendidikan tingkat dasar tersebut tetap berjalan optimal tanpa membebani sekolah maupun tenaga pendidik.

“Terlepas dari kegiatan lain, pembenahan di sekolah-sekolah TK negeri ini perlu menjadi perhatian karena menyangkut kebutuhan operasional dasar,” demikian Novan. (adv/dprd samarinda)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja
HUT RI di Tengah Efisiensi, DPRD Samarinda Pilih Layanan Warga Ketimbang Pesta Besar
DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah
DPRD Pastikan Air Baku Samaqua Aman dari Ancaman Intrusi Air Laut
SPMB 2027, DPRD Samarinda Kunci Zonasi SMP Sejak Siswa Kelas 5 SD
Polder Air Hitam Diusulkan Jadi Ikon Baru Samarinda, Bukan Sekadar Kolam Retensi
DPRD Desak Disporapar Samarinda Dipisah, Pariwisata Dinilai Kurang Fokus
DPRD Samarinda Alihkan Anggaran 17 Agustus untuk Cek Kesehatan Gratis Warga
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:51 WIB

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:56 WIB

HUT RI di Tengah Efisiensi, DPRD Samarinda Pilih Layanan Warga Ketimbang Pesta Besar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:06 WIB

DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:10 WIB

DPRD Pastikan Air Baku Samaqua Aman dari Ancaman Intrusi Air Laut

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:50 WIB

SPMB 2027, DPRD Samarinda Kunci Zonasi SMP Sejak Siswa Kelas 5 SD

Berita Terbaru

Abdul Rohim
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda

Samarinda

DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 18:06 WIB