SAMARINDA — Kebutuhan pangan masyarakat di Kota Samarinda hingga kini masih banyak dipenuhi dari luar daerah. Mulai dari beras, bawang merah hingga bawang putih masih bergantung pada distribusi dari Pulau Jawa dan Sulawesi.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda Kamaruddin mengatakan kondisi tersebut menunjukkan sektor pertanian daerah belum mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri.
“Beras masih banyak masuk dari Jawa Timur, Jawa Barat sampai Sulawesi. Begitu juga bawang merah dan bawang putih yang masih didatangkan dari luar,” ujarnya (14/6/2026).
Menurutnya, produksi pangan lokal sejauh ini baru mampu memenuhi sebagian kebutuhan sayur-mayur. Itu pun belum sepenuhnya stabil untuk memenuhi permintaan pasar di Samarinda.
Ia menyebut komoditas seperti kangkung dan sawi masih dapat diproduksi petani lokal, namun untuk kebutuhan pangan utama daerah masih sangat bergantung pada pasokan luar.
“Kalau sayuran tertentu masih bisa dipenuhi di sini, tapi untuk ketahanan pangan kita belum kuat,” katanya.
Kamaruddin juga menilai pengembangan sektor pertanian di Samarinda masih berjalan lambat. Sejumlah rencana pembangunan pertanian yang selama ini disampaikan pemerintah dinilai belum terlihat nyata di lapangan.
Salah satu persoalan yang disorot ialah minimnya fasilitas irigasi dan pengairan yang menjadi penopang utama aktivitas pertanian masyarakat.
“Saluran pengairan ada, tapi masih sangat terbatas dan belum maksimal mendukung pertanian,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah daerah lebih serius mengembangkan sektor pertanian agar ketergantungan terhadap daerah lain bisa dikurangi, terutama di tengah kondisi harga pangan yang mudah berubah akibat distribusi dan biaya logistik.
Menurut dia, masih banyak lahan di Samarinda yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas kawasan pertanian produktif.
Kamaruddin bahkan menilai sejumlah lahan bekas tambang dan lahan tidur seharusnya dapat diarahkan menjadi area pertanian dibanding dibiarkan terbengkalai.
“Masih banyak lahan yang sebenarnya bisa dikelola masyarakat untuk pertanian kalau mendapat perhatian serius dari pemerintah,” tutupnya. (adv/DPRD Samarinda)







