DPRD Samarinda Usul Penanganan Khusus Kelompok Berisiko Tekan Kasus HIV

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026 - 23:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

 Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi.

SAMARINDA– DPRD Kota Samarinda mendorong langkah pencegahan yang lebih terintegrasi menyusul meningkatnya kasus HIV di Kota Tepian. Selain memperkuat edukasi dan deteksi dini, dewan mengusulkan adanya penanganan khusus bagi kelompok yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap penularan HIV.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ismail Latisi mengatakan penanganan HIV tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan.

Menurutnya, upaya pencegahan harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari sektor pendidikan hingga tokoh masyarakat.

“Kalau Dinas Kesehatan fokus pada pengobatan, maka pencegahannya harus melibatkan Dinas Pendidikan melalui kurikulum tentang HIV dan tuberkulosis, serta peran tokoh masyarakat untuk memberikan penyuluhan agar tidak muncul kasus baru,” kata Ismail (29/6/2026).

Ia menilai tingginya angka penularan HIV dipengaruhi berbagai perilaku berisiko, seperti hubungan seksual yang tidak aman dan penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Dorong Pencegahan HIV dan TB Diperkuat, Jangan Hanya Andalkan Pengobatan

Karena itu, edukasi mengenai bahaya HIV perlu diberikan sejak usia sekolah sebagai langkah pencegahan.

Ismail juga menyoroti tingginya penularan HIV pada kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL). Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan perhatian dan penanganan yang lebih spesifik.

Ia mengusulkan pemerintah menyediakan fasilitas rehabilitasi sebagai bagian dari pendampingan bagi kelompok tersebut.

“Tingkat penularan tertinggi termasuk di Samarinda karena LSL. Ini menjadi peringatan. Maka dari itu jangan menormalisasi perilaku menyimpang seperti ini. LGBT itu penyakit,” ujarnya.

Menurut Ismail, rehabilitasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat pendampingan, tetapi juga memberikan edukasi dan layanan kesehatan agar risiko penularan HIV dapat ditekan.

“Begitu dibuat panti rehabilitasi, ketika direhab, ada pengobatan dilakukan dan mereka menyadari jangan sampai perilaku menyimpang ini menularkan ke yang lain,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Matangkan Raperda Sempadan Sungai, Fokus Tekan Banjir dan Tata Bantaran

Ia menambahkan, meningkatnya jumlah penderita HIV juga berdampak pada besarnya anggaran yang harus disiapkan pemerintah untuk pembiayaan pengobatan.

Berbeda dengan tuberkulosis yang memiliki masa terapi terbatas, pengobatan HIV harus dijalani seumur hidup.

“Maka kita harapkan ada partisipasi tidak hanya OPD, tapi juga masyarakat,” ucapnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Ismail, jumlah kasus HIV di Samarinda telah mencapai sekitar 4.000 kasus.

Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 orang menjalani pengobatan secara rutin, sedangkan sisanya belum mendapatkan penanganan optimal.

Meski demikian, Ismail mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma atau melakukan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.

Menurutnya, dukungan sosial tetap diperlukan agar penderita bersedia menjalani pengobatan secara berkelanjutan.

“Ketika ada orang kena HIV, jangan juga kita melakukan bullying dan memberikan stigma negatif,” pungkasnya. (adv/dprd Samarinda)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja
HUT RI di Tengah Efisiensi, DPRD Samarinda Pilih Layanan Warga Ketimbang Pesta Besar
DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah
DPRD Pastikan Air Baku Samaqua Aman dari Ancaman Intrusi Air Laut
SPMB 2027, DPRD Samarinda Kunci Zonasi SMP Sejak Siswa Kelas 5 SD
Polder Air Hitam Diusulkan Jadi Ikon Baru Samarinda, Bukan Sekadar Kolam Retensi
DPRD Desak Disporapar Samarinda Dipisah, Pariwisata Dinilai Kurang Fokus
DPRD Samarinda Alihkan Anggaran 17 Agustus untuk Cek Kesehatan Gratis Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:51 WIB

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:56 WIB

HUT RI di Tengah Efisiensi, DPRD Samarinda Pilih Layanan Warga Ketimbang Pesta Besar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:06 WIB

DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:10 WIB

DPRD Pastikan Air Baku Samaqua Aman dari Ancaman Intrusi Air Laut

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:50 WIB

SPMB 2027, DPRD Samarinda Kunci Zonasi SMP Sejak Siswa Kelas 5 SD

Berita Terbaru

Abdul Rohim
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda

Samarinda

DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 18:06 WIB