SAMARINDA — Kemacetan di kawasan Jalan Damanhuri kembali menjadi sorotan akibat aktivitas kendaraan kontainer yang keluar masuk area pergudangan. DPRD Samarinda meminta pemerintah segera melakukan penataan dan pengawasan ketat terhadap operasional kendaraan berat di jalur tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda M Andriansyah mengatakan aktivitas kontainer di kawasan pergudangan sudah beberapa kali memicu antrean panjang kendaraan dan mengganggu mobilitas masyarakat.
Ia mengaku sempat mengalami langsung kemacetan yang terjadi karena sebuah kontainer bermanuver masuk ke gudang hingga memakan badan jalan.
“Saya pernah terjebak macet di sana. Setelah dilihat ternyata ada kontainer yang sedang masuk ke area gudang dan membuat arus kendaraan tersendat,” ujarnya (14/6/2026).
Menurutnya, kendaraan besar seperti kontainer seharusnya tidak beroperasi pada jam padat lalu lintas karena berpotensi memperparah kemacetan di kawasan perkotaan.
Ia pun meminta Dinas Perhubungan Samarinda lebih aktif melakukan pengawasan dan menyiagakan petugas ketika ada aktivitas bongkar muat maupun manuver kendaraan besar di kawasan pergudangan.
“Kalau memang ada aktivitas kendaraan berat yang berpotensi mengganggu lalu lintas, harus ada pengaturan dari petugas di lapangan,” katanya.
Selain itu, Andriansyah mendesak pelaku usaha mengatur ulang jam operasional kendaraan kontainer agar tidak bersamaan dengan tingginya aktivitas masyarakat.
Menurut dia, aktivitas bongkar muat lebih tepat dilakukan pada malam hari ketika arus lalu lintas mulai berkurang.
“Jangan saat jalan sedang padat. Kalau bisa dilakukan di atas jam 10 malam supaya tidak menimbulkan kemacetan panjang,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kendaraan pengangkut material yang kerap menjatuhkan tanah ke badan jalan di sekitar kawasan pergudangan.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengendara karena membuat jalan licin saat hujan dan berdebu ketika cuaca panas.
“Ini bukan hanya soal macet, tapi juga keselamatan pengguna jalan,” tutupnya. (adv/DPRD Samarinda)







