Samarinda Ingin Bangun PLTSa, DPRD Samarinda Desak Pemerintah Susun Konsep yang Matang

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 00:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah

Samarinda- Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) membuat keberadaan 10 unit insinerator milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali mendapat perhatian serius dari DPRD Samarinda.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah, mendesak pihak eksekutif untuk menjamin bahwa seluruh alat pengolah sampah yang sudah dibeli tersebut tetap dioperasikan secara optimal, sehingga tidak berujung menjadi aset daerah yang mubazir.

Ia mengungkapkan bahwa sejak awal, DPRD telah memberikan masukan agar pengadaan insinerator dilakukan secara bertahap. Pendekatan ini dianggap krusial demi mengevaluasi performa teknologi serta memetakan hambatan di lapangan sebelum diterapkan secara masif.

“Mengingat mekanisme kerjanya serupa, kami dulunya menyarankan agar dicoba satu unit terlebih dahulu sebagai proyek percontohan untuk mengukur efektivitasnya. Namun, kala itu pemerintah memang sudah mematangkan rencana pembelian 10 unit sekaligus,” ungkap Andriansyah (8/6/2026).

Dirinya memaparkan bahwa proyek insinerator ini sejatinya telah dirancang jauh sebelum mencuatnya rencana pembangunan PLTSa.

Baca Juga :  12 SPPG di Tutup Sementara, DPRD Samarinda Desak Pengawasan

Oleh sebab itu, fasilitas yang ada saat ini wajib diintegrasikan ke dalam peta jalan pengelolaan sampah kota ke depannya.

Andriansyah merasa cemas jika proyek PLTSa tidak dipersiapkan lewat regulasi dan tata kelola yang matang, eksistensi insinerator justru akan semakin terpinggirkan.

“Tantangan utama saat ini adalah menyusun skema integrasi agar kedua fasilitas bisa saling mendukung. Anggaran daerah sudah dikucurkan untuk insinerator, di sisi lain persiapan PLTSa juga tengah bergulir,” jelasnya.

Meski begitu, ia menggarisbawahi bahwa DPRD sama sekali tidak berniat menghambat rencana pembangunan PLTSa.

Langkah tersebut justru dipandang sebagai momentum emas bagi Samarinda untuk memodernisasi tata kelola sampahnya, terlebih karena anggarannya disokong oleh pihak eksternal.

“Apabila Samarinda memperoleh peluang emas untuk mendirikan PLTSa lewat sokongan dana dari luar, tentu hal itu harus disambut baik. Sangat disayangkan jika potensi investasi semacam ini malah kita lewatkan,” tuturnya.

Baca Juga :  Efek Jera Dinilai Perlu, Sri Puji Dukung Hukuman Kebiri bagi Pelaku Kekerasan Seksual

Kendati demikian, Andriansyah mengingatkan bahwa kehadiran teknologi canggih bukanlah obat tunggal bagi problematika sampah di Kota Tepian.

Baginya, kunci utama keberhasilan penanganan sampah berakar pada kesadaran warga dalam memilah sampah sejak dari rumah.

“Edukasi dan aksi di tingkat hulu wajib berjalan beriringan. Pemisahan jenis sampah di level RT adalah pondasi paling mendasar. Selama warga masih menyatuka n seluruh jenis sampah, investasi alat secanggih apa pun tidak akan pernah menuntaskan masalah,” imbuhnya.

Terakhir, Andriansyah menilai performa insinerator maupun PLTSa hanya akan mencapai hasil maksimal jika ditopang oleh pembenahan sistem pembuangan sampah dari sektor rumah tangga hingga lingkungan terkecil.

“Inovasi teknologi memang kita butuhkan, namun revolusi perilaku masyarakat adalah hal yang jauh lebih krusial. Jika tata kelola di tingkat hulu diabaikan, maka penambahan fasilitas sebanyak apa pun tidak akan bisa menyelesaikan sengkarut sampah ini secara permanen,” pungkasnya. (adv/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Data Konsesi Tambang Mulai Dibuka, DPRD Ingin Urusan Sertifikat Tanah Warga Tak Lagi Terhambat
DPRD Samarinda Dorong Pencegahan HIV dan TB Diperkuat, Jangan Hanya Andalkan Pengobatan
DPRD Samarinda Desak Pagar Pengaman Dipasang di Jembatan Mahakam Cegah Aksi Bunuh Diri
DPRD Usul Disporapar Samarinda Dipecah, Anggaran Pariwisata Dinilai Terlalu Kecil
DPRD Samarinda Kebut Raperda Kepemudaan, Target Rampung Tahun Ini
DPRD Samarinda Soroti Rencana Penggantian LPG 3 Kg ke CNG: Jangan Tambah Beban Masyarakat
Anhar Kritik Konsep Sekolah Rakyat: Jangan Ganti Nama, Benahi Akses Pendidikan
31 Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMP Negeri, DPRD Kawal Jalur Manual
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:52 WIB

Data Konsesi Tambang Mulai Dibuka, DPRD Ingin Urusan Sertifikat Tanah Warga Tak Lagi Terhambat

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:31 WIB

DPRD Samarinda Dorong Pencegahan HIV dan TB Diperkuat, Jangan Hanya Andalkan Pengobatan

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:47 WIB

DPRD Samarinda Desak Pagar Pengaman Dipasang di Jembatan Mahakam Cegah Aksi Bunuh Diri

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:43 WIB

DPRD Usul Disporapar Samarinda Dipecah, Anggaran Pariwisata Dinilai Terlalu Kecil

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:39 WIB

DPRD Samarinda Kebut Raperda Kepemudaan, Target Rampung Tahun Ini

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:20 WIB

Anhar Kritik Konsep Sekolah Rakyat: Jangan Ganti Nama, Benahi Akses Pendidikan

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:57 WIB

31 Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMP Negeri, DPRD Kawal Jalur Manual

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:20 WIB

DPRD Samarinda Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik, Khawatir UMKM dan Ekonomi Terdampak

Berita Terbaru