Tak Semua Siswa Punya HP dan Internet, Sri Puji Kritik Efektivitas PJJ Saat Karhutla

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sri Puji Astuti, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda

Sri Puji Astuti, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda

SAMARINDA – Tidak semua siswa memiliki telepon seluler, laptop, maupun jaringan internet untuk mengikuti pembelajaran dari rumah. Persoalan ini menjadi salah satu alasan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat memburuknya kualitas udara belum berjalan efektif.

Sri Puji mengatakan, kebijakan PJJ memang diperlukan ketika kualitas udara memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga siswa perlu dilindungi dari paparan udara yang berisiko bagi kesehatan. Namun, menurutnya, kebijakan darurat tersebut tidak serta-merta menjamin seluruh anak tetap memperoleh pembelajaran yang memadai.

“Kalau kita bilang efektif atau tidak, tentu tidak efektif,” ujarnya (21/10/2026).

Ia menjelaskan, kendala pembelajaran daring tidak hanya berkaitan dengan fasilitas yang dimiliki siswa. Kesiapan sekolah dan tenaga pengajar dalam menyampaikan materi menggunakan perangkat teknologi juga menentukan kelancaran kegiatan belajar.

“Tidak semua anak memiliki akses HP atau tidak semua anak memiliki internet, atau mungkin gurunya tidak punya laptop, ya itu kan jadi masalah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Raperda Sempadan Sungai Samarinda Siapkan Kompensasi bagi Warga Terdampak Penataan

Berdasarkan kunjungannya ke sejumlah sekolah, Sri Puji menemukan pelaksanaan PJJ belum seragam. Sebagian sekolah telah memanfaatkan laptop untuk mengirimkan materi dan tugas, sementara sekolah lainnya masih menghadapi keterbatasan fasilitas.

Ia mencontohkan SD 004 dan SD 010 yang dinilainya cukup baik dalam melaksanakan pembelajaran daring. Sekolah tersebut telah menggunakan laptop untuk menyampaikan materi dan tugas kepada siswa yang memiliki perangkat serta akses internet.

“Nah itu kebetulan di daerah SD 04, SD 010 kalau enggak salah, itu dia PJJ-nya bagus. Jadi dia memberikan tugas, memberikan pembelajaran melalui laptop tadi dan beberapa anak bisa mengakses yang memiliki internet atau memiliki HP atau laptop,” tuturnya.

Bagi Sri Puji, ketimpangan fasilitas tersebut perlu menjadi perhatian agar pelaksanaan PJJ tidak membuat sebagian siswa kehilangan kesempatan memahami materi. Pemberian tugas saja dinilai belum cukup apabila siswa tidak mendapatkan penjelasan pembelajaran yang memadai.

Baca Juga :  Penertiban Pertamini di Samarinda Diminta Tak Sekadar Razia, DPRD Dorong Solusi Legal

Ia menyebut materi yang belum tersampaikan selama pembelajaran daring masih dapat dilengkapi ketika kegiatan belajar tatap muka kembali dibuka. Meski begitu, sekolah tetap perlu memikirkan cara agar siswa yang terkendala perangkat dan internet tidak tertinggal.

Sri Puji berharap kebijakan tersebut hanya diterapkan selama kondisi udara belum aman bagi aktivitas belajar di sekolah. Sebab, PJJ merupakan langkah sementara dalam situasi darurat, bukan pengganti permanen pembelajaran tatap muka.

“Harapannya PJJ-nya kan sebentar saja, enggak sebagai waktu pokok,” katanya.

Ia menegaskan, keselamatan siswa harus tetap menjadi prioritas tanpa mengabaikan keberlangsungan pendidikan mereka.

“Karena itu sekolah diharapkan tetap mengupayakan penyampaian materi pembelajaran, termasuk bagi siswa yang terkendala perangkat dan akses internet,” pungkasnya. (adv)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat
Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan
Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan
Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek
Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak
Peralatan Pemadam Rusak, Abdul Rohim Desak Karhutla Naik Status Jadi Bencana Nasional
Kepemilikan Lapak Atas Nama Keluarga Jadi Persoalan, Disdag Samarinda Kaji Penataan Ulang
Koperasi Belum Siap, Iswandi Khawatir Gaji ASN Tertunggak dan Sistem Pembayaran Bermasalah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak

Berita Terbaru