Viktor Yuan: APBD Menyusut, Samarinda Harus Bedakan Program Jangka Pendek dan Panjang

- Penulis

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

: Anggota DPRD Samarinda Viktor Yuan saat melakukan Reses

: Anggota DPRD Samarinda Viktor Yuan saat melakukan Reses

SAMARINDA –Penyusutan kemampuan anggaran daerah membuat Pemerintah Kota Samarinda diminta tidak menyamakan pola pembangunan dengan saat APBD masih berada di kisaran Rp5,8 triliun.

Anggota DPRD Samarinda Viktor Yuan mendorong pemerintah membagi program berdasarkan kebutuhan jangka pendek, menengah dan panjang.

Menurut Viktor, langkah itu penting agar keterbatasan anggaran tidak membuat seluruh program pembangunan ikut terhambat.

Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam reses masa persidangan III 2026 di Sempaja, Samarinda, Senin (5/10/2026). Dalam kegiatan yang dihadiri mayoritas kalangan pemuda itu, Viktor menyebut kemampuan APBD Samarinda kini jauh menurun.

“Kemarin kita punya APBD sekitar Rp5,8 triliun. Sekarang sisanya Rp3,3, Rp3,4 triliun. Nanti terkoreksilah dengan data di pemerintah kota,” kata Viktor.

Angka yang disebut Viktor berbeda dengan postur APBD Perubahan 2026 yang telah disepakati pemerintah kota dan DPRD. Dalam rapat paripurna 30 September 2026, total APBD-P ditetapkan sebesar Rp3,756 triliun.

Baca Juga :  Bukan Hanya Daerah yang Menanggung, Celni Minta Pusat Turun Tangan Tangani Karhutla Kalimantan

Nilai tersebut turun sekitar Rp213,15 miliar dibandingkan APBD sebelum perubahan yang mencapai Rp3,969 triliun. Kondisi itu membuat pemerintah melakukan penyesuaian terhadap belanja dan program pembangunan.

Viktor mengatakan penurunan kemampuan fiskal berkaitan dengan kondisi transfer ke daerah.

Menurut dia, pemerintah harus menentukan program yang benar-benar mendesak sebelum memasukkan kebutuhan lain ke dalam perencanaan.

“Dengan ketimpangan atau selisih yang jauh inilah kemudian pemerintah kota harus betul-betul cermat dalam melaksanakan program-program. Mana yang harus diprioritaskan, mana yang bisa untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang,” ujarnya.

Dampak keterbatasan anggaran juga dirasakan dalam penyerapan aspirasi. DPRD dapat menerima banyak usulan melalui reses dan Musrenbang, tetapi usulan tersebut harus kembali disesuaikan dengan kemampuan APBD.

“Dari 10 atau 20 program aspirasi yang kita jadikan program usulan dalam bentuk pokok-pokok pikiran, lalu terkendala dengan keuangan yang tersedia,” sebut Viktor.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Matangkan Raperda Sempadan Sungai, Fokus Tekan Banjir dan Tata Bantaran

Dalam APBD-P 2026, pendapatan daerah Samarinda diproyeksikan sekitar Rp3,680 triliun. Sementara belanja operasi menjadi komponen terbesar dengan alokasi sekitar Rp2,535 triliun dan belanja modal sekitar Rp1,208 triliun.

Wali Kota Samarinda Andi Harun sebelumnya mengatakan penyesuaian APBD dilakukan melalui efisiensi dan rasionalisasi untuk mempertahankan program yang dinilai berdampak langsung kepada masyarakat.

Viktor menilai keterbatasan fiskal juga perlu direspons dari sisi masyarakat. Ia mengajak warga melihat peluang ekonomi yang bisa dikembangkan agar aktivitas ekonomi kota tetap bergerak meski belanja pemerintah mengalami penyesuaian.

“Kita harus melihat peluang-peluang yang ada supaya kita bisa membantu Kota Samarinda, menjaga stabilitas ekonomi, menjaga inflasi dan sebagainya sehingga perekonomian kita tetap berjalan dengan baik,” tutup Viktor. (ADV)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat
Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan
Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan
Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek
Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak
Peralatan Pemadam Rusak, Abdul Rohim Desak Karhutla Naik Status Jadi Bencana Nasional
Kepemilikan Lapak Atas Nama Keluarga Jadi Persoalan, Disdag Samarinda Kaji Penataan Ulang
Koperasi Belum Siap, Iswandi Khawatir Gaji ASN Tertunggak dan Sistem Pembayaran Bermasalah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak

Berita Terbaru