SAMARINDA– Rencana penanganan SMP Negeri 24 Samarinda yang selama bertahun-tahun terdampak banjir belum dipastikan dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Selain terkendala keterbatasan anggaran, perbaikan sekolah tersebut dinilai membutuhkan penanganan menyeluruh, bukan sekadar renovasi bangunan.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan persoalan utama SMPN 24 terletak pada kondisi geografis sekolah yang berada di kawasan lebih rendah dibanding lingkungan sekitarnya. Kondisi itu membuat banjir terus berulang setiap kali curah hujan tinggi.
“Kalau hanya memperbaiki gedungnya, persoalannya tidak akan selesai. Yang harus dibenahi juga kontur lahannya karena lokasi sekolah memang berada di daerah yang rendah,” kata Novan (22/6/2026).
Menurutnya, opsi paling ideal sebenarnya memindahkan lokasi sekolah ke kawasan yang lebih aman dari banjir. Namun hingga kini pemerintah belum memiliki lahan pengganti yang dapat digunakan.
“Kalau bicara solusi ideal, memang dipindahkan. Tetapi sampai sekarang belum ada lokasi penggantinya,” ujarnya.
Novan menjelaskan kebutuhan anggaran menjadi kendala utama. Penanganan SMPN 24 diperkirakan memerlukan biaya besar karena mencakup peninggian lahan, perbaikan sistem drainase, hingga pembangunan kembali fasilitas sekolah.
Di sisi lain, kemampuan fiskal Pemerintah Kota Samarinda masih terbatas. Saat ini pemerintah masih memprioritaskan penyelesaian kewajiban keuangan daerah sehingga ruang anggaran untuk proyek berskala besar belum leluasa.
“Kalau kondisi keuangan daerah sudah lebih baik, tentu program-program prioritas seperti ini bisa mulai dijalankan,” katanya.
Meski demikian, Novan belum dapat memastikan apakah penanganan SMPN 24 akan masuk dalam program pembangunan tahun anggaran 2027.
Menurutnya, DPRD masih menunggu usulan resmi dari Dinas Pendidikan sebelum menentukan skala prioritas.
“Kami belum melihat usulan program tahun depan. Nanti akan dibahas bersama Dinas Pendidikan apakah memungkinkan untuk dilaksanakan pada 2027,” ucapnya.
Ia menambahkan, kebutuhan renovasi tidak hanya terjadi di SMPN 24. Banyak sekolah di Samarinda yang juga membutuhkan rehabilitasi, mulai dari perbaikan ringan hingga berat, sehingga penentuan prioritas harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Setiap tahun kami memetakan kondisi sekolah bersama Dinas Pendidikan. Banyak bangunan sekolah yang juga membutuhkan renovasi demi menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa saat belajar,” pungkasnya.







