Nilai TKA Siswa Samarinda Lampaui Rata-rata Nasional, Puji : Tidak Sebanding Dengan Kondisi Pendidikan

- Penulis

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti

Samarinda: Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP di Kota Samarinda 2026 ini menunjukkan capaian yang menggembirakan.

Nilai rata-rata peserta didik tercatat berada di atas rata-rata nasional maupun rata-rata Provinsi Kalimantan Timur. Di balik prestasi tersebut, infrastruktur sekolah masih menjadi pekerjaan rumah yang menuntut pembenahan segera.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar seribu ruang kelas di Samarinda yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, mulai dari mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Seperti atap bocor, plafon yang rentan roboh, ancaman banjir berkala, hingga akses jalan yang rusak parah mayoritas justru ditemukan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) yang terletak di wilayah pinggiran kota.

Baca Juga :  Truk Sampah Banyak Rusak, Pengangkutan Sampah di Samarinda Diusulkan Dikelola Swasta

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengingatkan agar semua pihak tidak terlena dengan angka-angka di atas kertas.

Menurutnya, pencapaian akademik yang tinggi jangan sampai mengaburkan fakta lapangan mengenai adanya ketimpangan fasilitas pendidikan yang nyata.

“Bersyukur tentu saja karena nilai TKA bagus. Tetapi jangan sampai karena hasilnya baik lalu kita merasa semua persoalan pendidikan sudah selesai. Masih banyak yang harus dibenahi,” tegasnya (7/6/2026).

Baca Juga :  "Tuntutan Keadilan,Tragedi Penemuan Mayat Guru di Gudang Apotek Samarinda"

Puji menekankan bahwa tolok ukur kesuksesan sektor pendidikan tidak boleh semata-mata bertumpu pada aspek nilai akademik siswa.

Melainkan harus didukung fasilitas yang layak dan lingkungan belajar yang nyaman. Oleh karena itu, ia meminta hasil TKA segera dipetakan per sekolah untuk mengidentifikasi wilayah yang nilainya masih rendah.

“Kalau ada daerah yang nilainya masih rendah, kita bisa cari penyebabnya. Apakah gurunya kurang, fasilitasnya belum memadai, atau akses ke sekolah yang masih sulit. Dari situ baru bisa dicarikan solusinya,” pungkasnya.  (adv/DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat
Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan
Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan
Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek
Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak
Peralatan Pemadam Rusak, Abdul Rohim Desak Karhutla Naik Status Jadi Bencana Nasional
Kepemilikan Lapak Atas Nama Keluarga Jadi Persoalan, Disdag Samarinda Kaji Penataan Ulang
Koperasi Belum Siap, Iswandi Khawatir Gaji ASN Tertunggak dan Sistem Pembayaran Bermasalah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak

Berita Terbaru