Samarinda: Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP di Kota Samarinda 2026 ini menunjukkan capaian yang menggembirakan.
Nilai rata-rata peserta didik tercatat berada di atas rata-rata nasional maupun rata-rata Provinsi Kalimantan Timur. Di balik prestasi tersebut, infrastruktur sekolah masih menjadi pekerjaan rumah yang menuntut pembenahan segera.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar seribu ruang kelas di Samarinda yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, mulai dari mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Seperti atap bocor, plafon yang rentan roboh, ancaman banjir berkala, hingga akses jalan yang rusak parah mayoritas justru ditemukan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) yang terletak di wilayah pinggiran kota.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengingatkan agar semua pihak tidak terlena dengan angka-angka di atas kertas.
Menurutnya, pencapaian akademik yang tinggi jangan sampai mengaburkan fakta lapangan mengenai adanya ketimpangan fasilitas pendidikan yang nyata.
“Bersyukur tentu saja karena nilai TKA bagus. Tetapi jangan sampai karena hasilnya baik lalu kita merasa semua persoalan pendidikan sudah selesai. Masih banyak yang harus dibenahi,” tegasnya (7/6/2026).
Puji menekankan bahwa tolok ukur kesuksesan sektor pendidikan tidak boleh semata-mata bertumpu pada aspek nilai akademik siswa.
Melainkan harus didukung fasilitas yang layak dan lingkungan belajar yang nyaman. Oleh karena itu, ia meminta hasil TKA segera dipetakan per sekolah untuk mengidentifikasi wilayah yang nilainya masih rendah.
“Kalau ada daerah yang nilainya masih rendah, kita bisa cari penyebabnya. Apakah gurunya kurang, fasilitasnya belum memadai, atau akses ke sekolah yang masih sulit. Dari situ baru bisa dicarikan solusinya,” pungkasnya. (adv/DPRD Samarinda)







