DPRD Samarinda Sentil Maraknya Pengangguran Terselubung di Lingkungan ASN

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 00:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

 Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Anhar

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Anhar

Samarinda- Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda menjadi sorotan DPRD. Anggota Komisi IV, Anhar, menyentil keras para pegawai yang dianggap sekadar mengandalkan absen sidik jari tanpa memberikan kontribusi kinerja yang maksimal.

Anggota Komisi IV, Anhar, menyebut banyak terjadi pengangguran terselubung di instansi pemerintahan, di mana pegawai hadir namun produktivitas kerjanya sangat rendah.

Anhar membandingkan etos kerja pegawai pemerintahan dengan pegawai swasta atau tenaga alih daya (outsourcing).

Baca Juga :  Pasokan Beras hingga Bawang di Samarinda Masih Bergantung dari Luar Kaltim

Di sektor swasta, evaluasi kinerja dilakukan ketat setiap tiga bulan. Sementara di pemerintahan, status pegawai tetap kerap membuat ASN merasa berada di zona nyaman.

“Di usia produktif, kadang kerjaan mereka cuma sampai jam 12 siang. Setelah itu habis waktunya tidak maksimal bobot kerjanya. Begitu lulus PPPK, sudah mulai malas turun. Turun hanya untuk absen sidik jari, nanti pulang absen lagi. Alat teknologi diakali,” kritik Anhar saat ditemui di Samarinda (8/6/2026).

Politisi ini menyarankan adanya reformasi birokrasi dan inovasi manajemen kepegawaian.

Baca Juga :  Ceceran Material Ganggu Jalan Samarinda, Pengusaha Truk Diminta Bertanggung Jawab

Menurutnya, postur birokrasi yang gemuk seringkali tidak efisien. Jika sebuah instansi hanya membutuhkan 40 orang yang kompeten, tidak perlu memaksakan mempekerjakan 200 orang yang minim fungsi.

Anhar bahkan menyarankan agar pemerintah lebih menghargai tenaga profesional berbasis kompetensi.

“Daripada menggaji orang Rp3 juta tiap bulan tapi malas-malasan, lebih baik bayar mahal tenaga outsourcing atau kontrak Rp15 juta tapi bekerjanya profesional dan target kinerjanya tercapai jelas,” tegasnya. (adv/DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja
HUT RI di Tengah Efisiensi, DPRD Samarinda Pilih Layanan Warga Ketimbang Pesta Besar
DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah
DPRD Pastikan Air Baku Samaqua Aman dari Ancaman Intrusi Air Laut
SPMB 2027, DPRD Samarinda Kunci Zonasi SMP Sejak Siswa Kelas 5 SD
Polder Air Hitam Diusulkan Jadi Ikon Baru Samarinda, Bukan Sekadar Kolam Retensi
DPRD Desak Disporapar Samarinda Dipisah, Pariwisata Dinilai Kurang Fokus
DPRD Samarinda Alihkan Anggaran 17 Agustus untuk Cek Kesehatan Gratis Warga
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:51 WIB

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:56 WIB

HUT RI di Tengah Efisiensi, DPRD Samarinda Pilih Layanan Warga Ketimbang Pesta Besar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:06 WIB

DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:10 WIB

DPRD Pastikan Air Baku Samaqua Aman dari Ancaman Intrusi Air Laut

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:50 WIB

SPMB 2027, DPRD Samarinda Kunci Zonasi SMP Sejak Siswa Kelas 5 SD

Berita Terbaru

Abdul Rohim
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda

Samarinda

DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 18:06 WIB