Guru Sekolah Rakyat Didominasi dari Luar Kaltim, DPRD Samarinda Tegaskan Rekrutmen Kewenangan Pusat

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie.

SAMARINDA– Dominasi tenaga pendidik asal luar Kalimantan Timur (Kaltim) di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 24 Samarinda menjadi sorotan.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menegaskan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dalam proses perekrutan guru karena seluruh mekanismenya ditangani pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Novan mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional yang berada di bawah kendali penuh pemerintah pusat. Karena itu, seluruh proses mulai dari rekrutmen tenaga pendidik, pengelolaan, hingga pembiayaan dilakukan kementerian tanpa melibatkan pemerintah daerah.

“Sekolah Rakyat ini adalah amanah presiden yang sistem pengelolaannya langsung oleh Kementerian Sosial. Jadi rekrutmen gurunya dilakukan langsung oleh Kementerian Sosial dengan persyaratan minimal lulusan sarjana pendidikan,” kata Novan saat ditemui di SRT 24 Samarinda (22/6/2026).

Ia menjelaskan seleksi guru dilakukan secara nasional sehingga tidak ada ketentuan yang mengharuskan tenaga pendidik berasal dari daerah tempat sekolah tersebut berada.

Baca Juga :  ri Puji Minta Pembatasan Aktivitas LGBT Masuk Raperda HIV/AIDS

Kondisi itu membuat guru yang mengajar di Samarinda berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Karena ini program kementerian, tidak ada keharusan guru berasal dari daerah. Makanya tenaga pendidiknya datang dari berbagai wilayah,” ujarnya.

Meski komposisi guru didominasi tenaga dari luar daerah, Novan menilai perhatian publik seharusnya lebih diarahkan pada hasil yang dicapai sekolah tersebut dibanding asal para pengajarnya.

Menurut dia, laporan Kepala SRT 24 Samarinda menunjukkan mayoritas tenaga pendidik merupakan lulusan baru (fresh graduate)yang belum memiliki pengalaman mengajar.

Namun, mereka dinilai mampu menunjukkan kinerja yang baik setelah melalui proses seleksi nasional.

Hal itu, kata Novan, tercermin dari perubahan karakter hingga capaian akademik para siswa selama satu tahun terakhir.

“Kita melihat sendiri pembentukan karakter mereka dalam satu tahun ini cukup signifikan. Kemampuan akademik berkembang, bahasa asing maupun bahasa daerah juga berjalan baik. Aura kedisiplinan mereka sangat terlihat,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemastian Keamanan Pemilu di Samarinda Ulu: Kerja Sama Antara Panwaslucam dan Pihak Keamanan Menjadi Kunci Utama

Ia menilai capaian tersebut menjadi lebih berarti karena seluruh peserta didik berasal dari keluarga kategori miskin ekstrem yang masuk kelompok desil 1 dan 2 dalam basis data pemerintah.

Atas dasar itu, Novan mengingatkan sekolah negeri reguler di Samarinda agar terus meningkatkan kualitas pendidikan sehingga mampu bersaing dengan lulusan Sekolah Rakyat.

“Padahal mereka berasal dari keluarga kategori desil 1 dan 2 yang sangat tidak mampu. Kalau kualitas sekolah negeri umum tidak terus ditingkatkan, bisa saja nanti kalah bersaing dengan lulusan Sekolah Rakyat,” tegasnya.

Novan juga memastikan keterlibatan Pemerintah Kota Samarinda dalam program tersebut hanya sebatas penyediaan lahan.

Sementara pembangunan gedung, penyediaan tenaga pendidik, hingga operasional sekolah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

“Samarinda menghibahkan lahan di kawasan Palaran kepada Kementerian Sosial. Pembangunannya sekarang dilakukan oleh Kementerian PUPR. Pemerintah daerah hanya menyediakan lahan, selebihnya ditangani pemerintah pusat,” demikian Novan.

Berita Terkait

Data Konsesi Tambang Mulai Dibuka, DPRD Ingin Urusan Sertifikat Tanah Warga Tak Lagi Terhambat
DPRD Samarinda Dorong Pencegahan HIV dan TB Diperkuat, Jangan Hanya Andalkan Pengobatan
DPRD Samarinda Desak Pagar Pengaman Dipasang di Jembatan Mahakam Cegah Aksi Bunuh Diri
DPRD Usul Disporapar Samarinda Dipecah, Anggaran Pariwisata Dinilai Terlalu Kecil
DPRD Samarinda Kebut Raperda Kepemudaan, Target Rampung Tahun Ini
DPRD Samarinda Soroti Rencana Penggantian LPG 3 Kg ke CNG: Jangan Tambah Beban Masyarakat
Anhar Kritik Konsep Sekolah Rakyat: Jangan Ganti Nama, Benahi Akses Pendidikan
31 Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMP Negeri, DPRD Kawal Jalur Manual
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:52 WIB

Data Konsesi Tambang Mulai Dibuka, DPRD Ingin Urusan Sertifikat Tanah Warga Tak Lagi Terhambat

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:31 WIB

DPRD Samarinda Dorong Pencegahan HIV dan TB Diperkuat, Jangan Hanya Andalkan Pengobatan

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:47 WIB

DPRD Samarinda Desak Pagar Pengaman Dipasang di Jembatan Mahakam Cegah Aksi Bunuh Diri

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:43 WIB

DPRD Usul Disporapar Samarinda Dipecah, Anggaran Pariwisata Dinilai Terlalu Kecil

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:39 WIB

DPRD Samarinda Kebut Raperda Kepemudaan, Target Rampung Tahun Ini

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:20 WIB

Anhar Kritik Konsep Sekolah Rakyat: Jangan Ganti Nama, Benahi Akses Pendidikan

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:57 WIB

31 Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMP Negeri, DPRD Kawal Jalur Manual

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:20 WIB

DPRD Samarinda Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik, Khawatir UMKM dan Ekonomi Terdampak

Berita Terbaru