SAMARINDA — Lemahnya komunikasi antara organisasi perangkat daerah (OPD) dan DPRD dinilai menjadi salah satu penyebab berbagai persoalan pelayanan publik di Samarinda berjalan lambat. Kondisi itu membuat sejumlah kendala di lapangan tidak tertangani secara maksimal.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda M. Andriansyah mengatakan banyak OPD sebenarnya menghadapi keterbatasan fasilitas, tenaga hingga anggaran. Namun persoalan tersebut kerap tidak tersampaikan secara terbuka.
“Kadang program dianggap tidak berjalan, padahal bisa saja mereka terkendala armada, personel atau anggaran. Tapi kalau tidak dikomunikasikan, kita juga tidak tahu kondisi sebenarnya,” ujar Andriansyah (14/6/2026).
Menurut dia, koordinasi yang aktif penting dilakukan agar DPRD dapat memahami kebutuhan OPD sebelum mengambil keputusan atau melakukan pengawasan terhadap program pemerintah.
Ia mengaku selama ini lebih sering membuka komunikasi terlebih dahulu dengan sejumlah OPD untuk mengetahui langsung kondisi di lapangan.
“Jangan menunggu persoalan membesar baru disampaikan. Komunikasi itu harus aktif,” katanya.
Andriansyah menilai DPRD tidak hanya berfungsi mengawasi jalannya pemerintahan, tetapi juga dapat membantu memperjuangkan kebutuhan OPD apabila kendala yang dihadapi disampaikan secara terbuka.
Ia menyebut kebutuhan tambahan fasilitas, armada, hingga sumber daya manusia seharusnya bisa dibahas bersama agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Kalau ada kekurangan, sampaikan supaya bisa dicari jalan keluarnya bersama,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga agar program pemerintah berjalan lebih efektif dan tidak saling tumpang tindih.
Menurutnya, buruknya komunikasi sering kali membuat penyelesaian persoalan pelayanan publik berjalan lambat dan berdampak langsung kepada masyarakat.
“Yang dirugikan akhirnya masyarakat kalau koordinasi tidak berjalan baik,” tegasnya.
Ia berharap budaya keterbukaan di lingkungan pemerintah kota dapat diperkuat sehingga berbagai persoalan pembangunan dan pelayanan publik bisa lebih cepat ditangani.
“Kalau komunikasi terbuka dan koordinasi berjalan baik, penyelesaian masalah juga akan lebih cepat,” tutupnya. (adv/DPRD Samarinda)







