Efek Jera Dinilai Perlu, Sri Puji Dukung Hukuman Kebiri bagi Pelaku Kekerasan Seksual

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti.

SAMARINDA– Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti mendukung penerapan hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual, terutama terhadap pelaku yang melakukan kejahatan berat atau berulang.

Namun, ia menegaskan sanksi tersebut harus dijatuhkan melalui proses hukum yang berlaku.

Menurut Puji, hukuman kebiri tidak dapat diberikan hanya berdasarkan tuduhan atau pengakuan semata. Seluruh tahapan pembuktian hingga putusan pengadilan harus dilalui sebelum sanksi tersebut diterapkan.

“Kalau saya setuju. Tetapi ada mekanisme hukumnya. Tidak bisa baru terbukti melakukan pelecehan langsung dijatuhi hukuman kebiri,” kata Puji di DPRD Samarinda (25/6/2026).

Baca Juga :  Sekolah Favorit Masih Jadi Rebutan, PPDB di Samarinda Kembali Rawan Konflik

Ia menilai hukuman kebiri layak dipertimbangkan bagi pelaku yang merupakan anggota keluarga korban, seperti ayah kandung atau kerabat dekat, maupun pelaku residivis yang kembali melakukan tindak kekerasan seksual setelah menjalani hukuman.

“Yang lebih layak dikenakan hukuman kebiri adalah pelaku dari lingkungan keluarga atau mereka yang sudah berulang kali melakukan perbuatan serupa,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Tekankan Peran TNI dalam Menjaga Kondusivitas Daerah

Puji menambahkan, pelaksanaan hukuman kebiri juga harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk mempertimbangkan aspek medis sehingga tetap dilakukan secara manusiawi.

Menurutnya, sanksi yang tegas diperlukan mengingat dampak kekerasan seksual terhadap korban, terutama anak-anak, dapat berlangsung dalam jangka panjang dan memengaruhi masa depan mereka.

“Saya mendukung karena harus ada efek jera. Pelaku telah merusak masa depan korban, apalagi jika korbannya anak-anak. Trauma yang ditimbulkan bisa berlangsung seumur hidup,” tegasnya. (adv/dprd Samarinda)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sukses Raih Gelar Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Samarinda Ulu
Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat
Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan
Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan
Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek
Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak
Peralatan Pemadam Rusak, Abdul Rohim Desak Karhutla Naik Status Jadi Bencana Nasional
Kepemilikan Lapak Atas Nama Keluarga Jadi Persoalan, Disdag Samarinda Kaji Penataan Ulang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Sukses Raih Gelar Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Samarinda Ulu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak

Berita Terbaru

UMUM

Gerindra bersama Laskar Gerindra Aktif Karthula

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:40 WIB