SAMARINDA– DPRD Kota Samarinda meminta seluruh penyelenggara kegiatan di Kota Tepian lebih selektif dan profesional sebelum menggelar sebuah acara.
Imbauan itu disampaikan setelah batalnya penyelenggaraan ajang lari di Samarinda yang membuat ribuan peserta gagal mengikuti kegiatan meski telah membayar biaya pendaftaran.
Wakil Ketua DPRD Samarinda Celni Pita Sari menilai pembatalan sebuah event tidak hanya berdampak pada peserta, tetapi juga mencoreng citra Samarinda sebagai kota yang sedang berupaya menarik berbagai agenda berskala regional maupun nasional.
Menurutnya, setiap kegiatan yang menghadirkan peserta dari luar daerah seharusnya mampu menjadi sarana promosi sekaligus menggerakkan roda perekonomian.
“Tujuan penyelenggaraan event itu baik, yaitu memperkenalkan Samarinda kepada masyarakat luar daerah agar semakin dikenal dan menjadi tujuan berbagai kegiatan,” kata Celni (28/6/2026).
Ia mengatakan, kehadiran peserta dari luar daerah biasanya memberi dampak langsung bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner hingga pelaku usaha kecil.
Karena itu, ketika sebuah kegiatan dibatalkan secara mendadak, kerugian yang muncul tidak hanya dirasakan peserta, tetapi juga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas tersebut.
“Sangat disayangkan. Orang yang datang ke Samarinda seharusnya memberi dampak positif bagi hotel, transportasi, dan sektor lainnya, tetapi justru dicederai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Celni menegaskan DPRD tidak pernah membatasi masyarakat maupun pihak swasta untuk menggelar berbagai kegiatan di Samarinda.
Namun, penyelenggara harus memastikan seluruh persiapan, mulai dari perizinan, pendanaan hingga aspek teknis, benar-benar siap sebelum membuka pendaftaran.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar masyarakat tidak kembali menjadi pihak yang dirugikan akibat kelalaian penyelenggara.
“Kami mendukung setiap event yang digelar di Samarinda. Tetapi persiapannya harus benar-benar matang agar peserta tidak dirugikan dan nama baik Samarinda tetap terjaga,” katanya.
Ia juga mengingatkan pembatalan kegiatan seperti ini dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan event di Samarinda.
Jika tidak menjadi bahan evaluasi, bukan tidak mungkin minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan serupa akan terus menurun.
Karena itu, Celni meminta seluruh penyelenggara menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran agar setiap event diselenggarakan secara profesional dan bertanggung jawab.
“Kami tidak ingin masyarakat ragu untuk mengikuti kegiatan di Samarinda hanya karena pengalaman buruk seperti ini. Kepercayaan publik harus dijaga,” tegasnya. (adv/Dprd samarinda)







