SAMARINDA– DPRD Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota melakukan evaluasi terhadap kawasan permukiman padat menyusul kebakaran yang menghanguskan belasan rumah di Gang Mawar, Jalan Soekarno-Hatta KM 1, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Penataan kawasan dinilai perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran serupa di masa mendatang.
Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mengatakan musibah yang terjadi pada Sabtu (27/6/2026) itu tidak hanya membutuhkan penanganan bagi warga terdampak, tetapi juga harus menjadi bahan evaluasi terhadap kondisi permukiman yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Yang jelas dengan adanya kebakaran ini kita prihatin. Mudah-mudahan tidak menimpa lagi warga-warga yang lain,” kata Helmi (29/6/2026).
Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah tingginya kepadatan bangunan di kawasan permukiman.
Kondisi tersebut dinilai membuat api lebih mudah menjalar, terlebih sebagian besar rumah masih berbahan kayu dan berada di lingkungan dengan akses jalan yang terbatas.
“Mungkin salah satu penyebab cepat meluasnya kebakaran karena kawasan itu padat penduduk. Ke depan kami berharap pemerintah dan masyarakat bisa berkolaborasi agar kawasan tersebut ditata lebih baik,” ujarnya.
Helmi menilai penataan kawasan tidak bisa dilakukan secara sepihak. Pemerintah perlu membangun komunikasi dengan masyarakat agar solusi yang diambil dapat diterima seluruh pihak.
Ia menyarankan pembahasan dimulai dari tingkat kelurahan dan kecamatan sebelum dilanjutkan ke tahap perencanaan yang lebih matang.
“Untuk menyatukan visi tentu tidak mudah. Tetapi paling tidak semua pihak harus duduk bersama, mulai dari masyarakat hingga pemerintah daerah,” katanya.
Helmi memastikan DPRD siap mendukung upaya penataan kawasan apabila nantinya membutuhkan dukungan anggaran.
Menurutnya, setiap usulan yang bertujuan meningkatkan keselamatan dan kualitas lingkungan permukiman akan menjadi perhatian legislatif.
“Kalau memang diperlukan pembangunan sarana pendukung atau penataan kawasan, tentu bisa dibahas dalam penganggaran,” tambahnya.
DPRD saat ini masih menunggu langkah dan kajian dari Pemerintah Kota Samarinda terkait penanganan kawasan pascakebakaran.
Helmi menegaskan pihaknya akan mendukung kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat terdampak.
“Kami menunggu rencana dari pemerintah kota. Selama itu untuk kepentingan masyarakat, DPRD siap memberikan dukungan,” pungkasnya. (adv/dprd Samarinda)











