Setoran Rp500 Juta Dinilai Tak Sejalan Target, DPRD Panggil Varia Niaga

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 21:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

 Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Samarinda, Abdul Rohim

Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Samarinda, Abdul Rohim

Samarinda — DPRD Kota Samarinda bersiap memanggil jajaran direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga Samarinda menyusul rendahnya setoran ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hanya mencapai sekitar Rp500 juta sepanjang 2025.

Langkah ini diambil setelah pembahasan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ menemukan adanya persoalan dalam pengelolaan unit usaha yang dinilai berdampak pada minimnya kontribusi perusahaan daerah tersebut.

Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menyebut capaian tersebut belum mencerminkan peran Varia Niaga sebagai motor penghasil PAD.

“Harapannya tentu lebih besar. Angka ini masih jauh dari yang kami targetkan,” ujarnya saat ditemui di Teras Samarinda, Senin (27/4/2026).

Baca Juga :  Guru Honorer Digaji Rp1 Juta, DPRD Samarinda Desak Upah Disetarakan UMK

Dari hasil pembahasan, salah satu sumber persoalan berasal dari pola pengelolaan unit usaha di kawasan Teras Samarinda. Area yang dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi—mulai dari parkir, kafe hingga wahana jetski—tidak seluruhnya dikelola langsung oleh Varia Niaga.

Sebagian unit usaha justru diserahkan kepada pihak ketiga melalui skema kerja sama. Dalam pola tersebut, Varia Niaga hanya menerima bagi hasil sekitar 10 persen.

“Kafe dan jetski itu dikerjasamakan. Varia Niaga hanya dapat sekitar sepuluh persen. Itu sangat kecil,” kata Abdul Rohim.

Ia menilai, keputusan menyerahkan pengelolaan kepada pihak lain berdampak langsung pada terbatasnya pendapatan yang masuk ke kas daerah. Menurutnya, potensi keuntungan bisa jauh lebih besar jika seluruh unit usaha dikelola secara mandiri.

Baca Juga :  Sani Usul BUMD Garap Bisnis Air Bersih dan Energi demi Dongkrak PAD

“Kalau dikelola sendiri, hasilnya bisa maksimal. Jangan sampai potensi besar justru hilang karena tata kelola yang tidak tepat,” ujarnya.

DPRD menilai perlu ada penjelasan menyeluruh dari manajemen Varia Niaga terkait dasar kebijakan tersebut.

Pemanggilan direksi akan difokuskan pada evaluasi model bisnis serta optimalisasi pengelolaan aset daerah.

“Kami ingin tahu alasan di balik kebijakan itu. Karena tujuan akhirnya jelas, bagaimana PAD bisa meningkat,” tutupnya. (ADV/DPRD SMD)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja
BPBD Samarinda Ajukan Anggaran Rp16 Miliar, Fokus Perkuat Respons Bencana
Penertiban Pertamini di Samarinda Diminta Tak Sekadar Razia, DPRD Dorong Solusi Legal
Samarinda Kekurangan 500 Guru, DPRD Dorong Skema PJLP Jadi Solusi
Data Desil Tak Akurat, DPRD Samarinda Ingatkan Warga Miskin Bisa Kehilangan Hak Bansos
Jembatan Achmad Amins Gelap Sejak 2025, Perbaikan LPJU Rp900 Juta Ditarget Agustus
Angka HIV Meningkat, Pemkot Samarinda Diminta Perkuat Pencegahan dari Tingkat Keluarga
Polder Air Hitam Ramai Pengunjung, DPRD Dorong Pemkot Ubah Aset Mangkrak Jadi Parkir
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:51 WIB

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:02 WIB

BPBD Samarinda Ajukan Anggaran Rp16 Miliar, Fokus Perkuat Respons Bencana

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:51 WIB

Penertiban Pertamini di Samarinda Diminta Tak Sekadar Razia, DPRD Dorong Solusi Legal

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:43 WIB

Samarinda Kekurangan 500 Guru, DPRD Dorong Skema PJLP Jadi Solusi

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:37 WIB

Data Desil Tak Akurat, DPRD Samarinda Ingatkan Warga Miskin Bisa Kehilangan Hak Bansos

Berita Terbaru