Angka HIV Meningkat, Pemkot Samarinda Diminta Perkuat Pencegahan dari Tingkat Keluarga

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda diminta memperkuat strategi pencegahan HIV setelah jumlah kasus di daerah ini disebut telah mencapai sekitar 4.000 kasus hingga 2026.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Muhammad Novan Syahronny Pasie menilai, penanganan HIV tidak bisa hanya berfokus pada pengobatan bagi penderita, tetapi harus diperkuat dari sisi pencegahan agar angka penularan baru dapat ditekan.

Menurutnya, edukasi terkait faktor risiko dan pencegahan perlu dilakukan secara lebih luas hingga tingkat masyarakat paling bawah.

Salah satu langkah yang didorong yakni memanfaatkan program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) sebagai sarana sosialisasi di tingkat Rukun Tetangga (RT).

Baca Juga :  Abdul Rohim Minta PLN Umumkan Jadwal Pemadaman Lebih Awal

“Kita meminta Pemkot agar sosialisasi pencegahan ini bisa sampai ke tingkat RT melalui program yang sudah ada,” kata Novan, Rabu (29/7/2026).

Ia menyebut, persoalan HIV membutuhkan pendekatan bersama dengan melibatkan pemerintah, keluarga, tokoh masyarakat, hingga organisasi keagamaan.

Edukasi yang dilakukan secara rutin dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

DPRD Samarinda juga mendorong keterlibatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda dalam memberikan penguatan nilai moral dan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan.

Novan mengatakan, meningkatnya kasus HIV menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek sosial di masyarakat.

Baca Juga :  Selisih Harga Rp6.650, Pertamax Disebut Beralih ke Pertalite dan Picu Antrean SPBU Samarinda

“Ini menjadi perhatian bersama. Pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain peran pemerintah, Novan meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak dan remaja, terutama dalam penggunaan perangkat digital serta lingkungan pergaulan.

Menurutnya, keluarga menjadi benteng awal dalam memberikan pendampingan agar generasi muda tidak terjerumus pada perilaku yang berisiko.

“Keluarga harus ikut berperan, termasuk mengawasi aktivitas anak dan penggunaan gawai,” demikian Novan. (adv/dprd samarinda)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja
HUT RI di Tengah Efisiensi, DPRD Samarinda Pilih Layanan Warga Ketimbang Pesta Besar
DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah
DPRD Pastikan Air Baku Samaqua Aman dari Ancaman Intrusi Air Laut
SPMB 2027, DPRD Samarinda Kunci Zonasi SMP Sejak Siswa Kelas 5 SD
Polder Air Hitam Diusulkan Jadi Ikon Baru Samarinda, Bukan Sekadar Kolam Retensi
DPRD Desak Disporapar Samarinda Dipisah, Pariwisata Dinilai Kurang Fokus
DPRD Samarinda Alihkan Anggaran 17 Agustus untuk Cek Kesehatan Gratis Warga
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:51 WIB

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:56 WIB

HUT RI di Tengah Efisiensi, DPRD Samarinda Pilih Layanan Warga Ketimbang Pesta Besar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:06 WIB

DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:10 WIB

DPRD Pastikan Air Baku Samaqua Aman dari Ancaman Intrusi Air Laut

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:50 WIB

SPMB 2027, DPRD Samarinda Kunci Zonasi SMP Sejak Siswa Kelas 5 SD

Berita Terbaru

Abdul Rohim
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda

Samarinda

DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 18:06 WIB