SAMARINDA — Kondisi sejumlah armada pengangkut sampah milik Pemerintah Kota Samarinda menjadi perhatian DPRD. Kendaraan yang sudah tidak layak pakai dinilai berpotensi menyebabkan sampah tercecer saat proses pengangkutan menuju tempat pembuangan akhir (TPA).
Anggota Komisi III DPRD Samarinda Andriansyah meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda segera melakukan peremajaan armada, terutama terhadap truk yang mengalami kerusakan pada bagian bak hingga menyebabkan kebocoran muatan.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya mengganggu kebersihan kota, tetapi juga dapat mengganggu pengguna jalan yang melintas di jalur pengangkutan sampah.
“Kalau ada truk yang bocor, terkadang pengemudi juga tidak mengetahui secara detail kondisi kendaraannya. Tetapi sebelum beroperasi harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu,” kata Andriansyah, Kamis (30/7/2026).
Ia mengatakan, pengadaan armada baru sebenarnya sudah menjadi kebutuhan mendesak. Namun, kondisi fiskal daerah saat ini membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas dalam penggunaan anggaran.
Menurutnya, pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) turut memengaruhi ruang fiskal pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur pelayanan publik.
“Dengan adanya pengurangan TKD bukan berarti menjadi alasan, tetapi memang kondisi anggaran harus diatur dan dibagi. Untuk sementara kita maksimalkan unit yang masih bisa digunakan,” ujarnya.
Andriansyah menyebut, rencana pengadaan truk sampah baru telah masuk dalam pembahasan anggaran 2027. Meski begitu, realisasinya tetap bergantung pada kemampuan keuangan Pemerintah Kota Samarinda.
Ia berharap armada yang telah berusia lebih dari lima tahun dapat secara bertahap diganti agar pelayanan pengangkutan sampah berjalan lebih efektif.
“Kalau unit sudah berusia di atas lima tahun, harapan kita bisa dilakukan penggantian dengan armada baru,” jelasnya.
Selain meminta pembenahan dari sisi armada, DPRD Samarinda juga mengajak masyarakat berperan dalam mengurangi volume sampah dari sumbernya.
Andriansyah mendorong warga mulai memilah sampah rumah tangga, terutama memisahkan sampah organik dan anorganik agar dapat dimanfaatkan kembali.
“Mulai dari rumah, sampah plastik dan organik dipisahkan. Sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi pupuk sehingga mengurangi beban pembuangan,” tutupnya. (adv/dprd samarinda)











