SAMARINDA — Aktivitas perdagangan di Pasar Sungai Dama lama Jalan Jelawat Samarinda mulai mengalami penurunan.
Sejumlah lapak yang sebelumnya dipenuhi pedagang kini terlihat kosong setelah sebagian pedagang memilih pindah ke pasar baru yang berada di depan lokasi tersebut.
Kondisi itu menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi meminta Pemerintah Kota Samarinda tidak membiarkan bangunan pasar lama kehilangan fungsi hingga menjadi aset yang tidak produktif.
Menurutnya, pembangunan pasar tidak cukup hanya mengandalkan perbaikan fisik, tetapi harus dibarengi strategi pengelolaan agar aktivitas ekonomi di dalamnya tetap berjalan.
“Pemerintah selama ini banyak membangun, tetapi pengelolaannya belum maksimal. Padahal pasar itu dibuat untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, sehingga sejak awal harus ada perencanaan yang jelas,” kata Iswandi (28/7/2026).
Ia menilai, setiap pembangunan maupun revitalisasi pasar harus berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi aktivitas perdagangan di lapangan. Jangan sampai pembangunan dilakukan tanpa memastikan pasar tersebut mampu menarik pedagang maupun pembeli.
“Jangan membangun atas nama rakyat saja, tetapi harus benar-benar memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Iswandi menyebut, hingga kini pihaknya belum menerima informasi terbaru terkait rencana pengelolaan Pasar Sungai Dama lama.
Sementara itu, Pemkot Samarinda diketahui memiliki rencana revitalisasi sejumlah pasar lain, salah satunya Pasar Segiri.
Menurutnya, pemerintah perlu menyelesaikan persoalan pasar yang sudah ada terlebih dahulu sebelum membuka proyek baru.
Ia mencontohkan Pasar Pagi Samarinda yang telah selesai direvitalisasi, namun masih menghadapi persoalan terkait penataan lapak dan pengelolaan.
“Pasar yang ada harus dioptimalkan dulu. Jangan sampai anggaran kembali keluar sementara persoalan lama belum selesai,” jelasnya.
Terkait Pasar Pagi, Iswandi meminta Pemkot Samarinda mengevaluasi penggunaan lapak yang telah dibagikan. Jika pedagang yang mendapat jatah lapak tidak memanfaatkannya, ia meminta pemerintah mengambil langkah agar kesempatan tersebut diberikan kepada pedagang lain yang membutuhkan.
“Lapak itu bukan untuk investasi, tetapi untuk orang yang benar-benar berdagang agar ekonomi bisa bergerak,” demikian Iswandi. (adv/dprd samarinda)











