Lubang Tambang Telan Nyawa Anak, Maswedi Soroti Pengamanan yang Tak Memadai

- Penulis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

 Anggota Komisi III DPRD Samarinda Maswedi

Anggota Komisi III DPRD Samarinda Maswedi

SAMARINDA –Pengamanan kolam bekas tambang menjadi perhatian setelah Azam, bocah berusia 12 tahun, meninggal dunia akibat tenggelam di Samarinda Utara.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi, meminta kawasan berbahaya tersebut diamankan dan tidak sekadar mengandalkan imbauan kepada masyarakat.

Azam tenggelam di lubang bekas tambang di Jalan Rimbawan Dalam, Kelurahan Tanah Merah. Korban ditemukan meninggal dunia pada Selasa, 13 Oktober 2026. Lokasi itu berada dalam wilayah konsesi Koperasi Serba Usaha Putra Mahakam Mandiri (KSU PUMMA).

Baca Juga :  Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat

Maswedi mengatakan, anak-anak dapat mendekati kolam karena melihat air sebagai tempat bermain tanpa memahami risiko di dalamnya. Kondisi tersebut membuat pengamanan fisik di lokasi menjadi penting.

“Karena anak-anak ini kan nggak tahu. Artinya, lihat air mereka senang bermain, akhirnya berenang-berenang saja,” kata Maswedi.

Ia menilai perusahaan perlu melakukan langkah langsung untuk mencegah orang memasuki area berbahaya.

Menurutnya, penutupan lokasi merupakan langkah yang semestinya dilakukan, bukan hanya memberikan peringatan.

Maswedi juga meminta pemerintah setempat memasang rambu khusus di sekitar kolam bekas tambang. Kelurahan, kecamatan, BPBD, dan relawan dinilai dapat membantu menyampaikan larangan beraktivitas di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Kasus HIV Jadi Perhatian DPRD Samarinda, Ranperda Disiapkan untuk Perkuat Penanganan

Ia mengaku telah beberapa kali menyampaikan persoalan ini kepada pihak terkait dan masyarakat sekitar.

Namun, kematian Azam kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan di sekitar lubang bekas tambang membutuhkan penanganan serius.

“Kita juga meminta orang tua mengawasi aktivitas anak agar tidak bermain atau berenang di kolam bekas tambang yang berbahaya,” demikian Maswedi. (adv)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat
Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan
Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan
Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek
Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak
Peralatan Pemadam Rusak, Abdul Rohim Desak Karhutla Naik Status Jadi Bencana Nasional
Kepemilikan Lapak Atas Nama Keluarga Jadi Persoalan, Disdag Samarinda Kaji Penataan Ulang
Koperasi Belum Siap, Iswandi Khawatir Gaji ASN Tertunggak dan Sistem Pembayaran Bermasalah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak

Berita Terbaru