Guru Filial Loang Kubar Terancam Terkendala TPG, Sri Puji Minta Solusi

- Penulis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.

SAMARINDA- Guru yang bertugas di sekolah filial kawasan Loang Kubar menghadapi kendala dalam memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai persyaratan jumlah minimal siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) perlu mendapat perhatian karena dapat menghambat pemenuhan hak guru di wilayah dengan keterbatasan akses.

Persoalan ini muncul meskipun guru telah memenuhi beban mengajar 24 jam. Ketentuan jumlah siswa dalam rombel dinilai menjadi kendala tersendiri bagi tenaga pendidik yang mengajar di sekolah filial dengan jumlah peserta didik terbatas.

“Ini menjadi dilema karena kalau mereka tetap sekolah filial, keberadaan gurunya kalau kita bicara tentang TPG, sertifikasi, itu bermasalah,” ujar Sri (18/10/2026).

Baca Juga :  Raperda Kebakaran Perjelas Kewenangan Damkar Periksa Bangunan di Samarinda

Sri menjelaskan, sekolah filial Loang Kubar masih berada di bawah sekolah induk, yakni SD 005 Sungai Kunjang. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan administrasi ketika jumlah siswa di sekolah induk maupun kelas yang dilayani tidak memenuhi persyaratan pembentukan rombel.

Menurutnya, ketentuan yang berlaku mensyaratkan 20 siswa dalam satu rombel. Sementara itu, guru yang mengajar di kelas dengan 19 siswa berpotensi menghadapi kendala dalam pencairan tunjangan sertifikasi meskipun telah memenuhi beban mengajar.

Ia menilai kondisi geografis Loang Kubar perlu menjadi pertimbangan dalam penerapan kebijakan pendidikan.

“Persyaratan administratif yang sama berpotensi lebih sulit dipenuhi sekolah di wilayah terbatas akses dibandingkan sekolah di kawasan perkotaan,” katanya.

Baca Juga :  Pemadaman Berulang Picu Kerusakan Elektronik, PLN Diminta Beri Penjelasan

Karena itu, Sri mendorong adanya solusi agar ketentuan tersebut tidak menghambat hak guru sekaligus menjaga keberlangsungan layanan pendidikan bagi anak-anak di Loang Kubar.

Ia menyebut kemungkinan komunikasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat untuk meminta kebijakan khusus atau diskresi bagi wilayah dengan kondisi geografis tertentu.

Selain persoalan TPG, Sri juga menyoroti keterbatasan fasilitas sekolah filial. Sekolah tersebut belum memiliki ruang usaha kesehatan sekolah (UKS) dan perpustakaan. Masyarakat setempat juga berharap agar jenjang SMP dapat tersedia di wilayah mereka.

“Persoalan sekolah filial perlu ditangani secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan hak tenaga pendidik hingga ketersediaan fasilitas penunjang pembelajaran,” pungkasnya. (adv)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat
Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan
Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan
Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek
Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak
Peralatan Pemadam Rusak, Abdul Rohim Desak Karhutla Naik Status Jadi Bencana Nasional
Kepemilikan Lapak Atas Nama Keluarga Jadi Persoalan, Disdag Samarinda Kaji Penataan Ulang
Koperasi Belum Siap, Iswandi Khawatir Gaji ASN Tertunggak dan Sistem Pembayaran Bermasalah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak

Berita Terbaru