Bukan Hanya Daerah yang Menanggung, Celni Minta Pusat Turun Tangan Tangani Karhutla Kalimantan

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Karhutla di Samarinda

Karhutla di Samarinda

SAMARINDA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dinilai tidak cukup jika hanya dibebankan kepada pemerintah daerah.

Wakil Ketua III DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, meminta pemerintah pusat mengambil peran lebih besar, termasuk mempertimbangkan penetapan status bencana nasional agar penanganan kebakaran yang meluas dapat dilakukan secara lebih terpadu.

Menurut Celni, dampak karhutla telah melampaui persoalan kebakaran biasa. Selain mengancam masyarakat dan menimbulkan korban jiwa, kebakaran juga berisiko memperparah kerusakan hutan serta mengancam habitat satwa liar yang dilindungi.

Ia menilai kondisi di sejumlah wilayah Kalimantan harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Kalimantan Timur memang dinilai relatif lebih beruntung dibandingkan provinsi lain, tetapi situasi tersebut tidak berarti daerah ini dapat mengabaikan ancaman yang terus berkembang.

“Kita masih beruntung dibandingkan dengan saudara-saudara kita di provinsi Kalimantan lainnya. Tetapi tetap juga kita harus waspada bahwa bencana ini sudah jauh lebih mengerikan daripada tahun-tahun sebelumnya,” kata Celni saat ditemui di Gedung DPRD Kota Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Rabu, 21 Oktober 2026.

Baca Juga :  Lampu Jembatan Achmad Amins Rampung Diperbaiki, LPJU Tiga Ruas Jalan Menyusul

Ia secara khusus meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah pusat memperkuat respons di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, serta Kalimantan Selatan yang menurutnya mengalami kondisi lebih parah dibandingkan Kaltim.

“Kami berharap pemerintah pusat juga bisa berbenah, apalagi sekarang kepala BNPB-nya baru, bisa lebih melihat ke lokasi kejadian, terutama di Kalteng dan juga Kalbar, Kalsel juga itu lebih parah daripada Kaltim,” ujarnya.

Celni mencontohkan upaya yang telah dilakukan Pemkot Samarinda, mulai dari pemadaman kebakaran, koordinasi dengan kepolisian untuk menangani pelaku pembakaran, hingga mengupayakan bantuan helikopter untuk pemadaman dari udara.

Namun, langkah tersebut memiliki keterbatasan apabila tidak disertai dukungan sumber daya dan koordinasi dari pemerintah pusat.

Ia menegaskan, kebakaran dengan skala luas membutuhkan penanganan lintas wilayah. Karena itu, pemerintah pusat perlu memastikan bantuan dan strategi penanggulangan dapat menjangkau daerah terdampak secara efektif.

“Hal ini tidak bisa optimal kalau tidak didukung oleh pemerintah pusat. Apalagi kebakaran-kebakaran ini sifatnya masif. Semua tiba-tiba terbakar, jadi memang harus ada dukungan dari pusat sehingga kita juga bisa menyelesaikannya dengan baik,” tegasnya.

Baca Juga :  DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja

Perhatian Celni juga tertuju pada dampak ekologis yang ditimbulkan. Menurutnya, kebakaran hutan tidak hanya mengancam permukiman dan aktivitas masyarakat, tetapi juga merusak habitat satwa liar. Ia menyayangkan ancaman terhadap orang utan, yang menjadi salah satu satwa penting dalam ekosistem hutan Kalimantan.

Sebagai bentuk kepedulian, ia mengaku telah mengirim bantuan kemanusiaan kepada masyarakat di wilayah tetangga yang terdampak serta melakukan penggalangan donasi untuk penyelamatan orang utan di Kaltim.

“Saya pribadi juga sudah melakukan gerakan-gerakan kemanusiaan, mengirim bantuan ke saudara tetangga kita dan juga melakukan donasi untuk rescue orang utan yang ada di Kaltim khususnya,” ungkapnya.

Celni berharap pemerintah tidak berhenti pada penanganan darurat, tetapi juga memperkuat koordinasi dan menghadirkan langkah konkret untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

“Penanganan karhutla harus menjadi perhatian bersama agar kerusakan lingkungan tidak semakin meluas,” tandasnya. (adv)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat
Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan
Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan
Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek
Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak
Peralatan Pemadam Rusak, Abdul Rohim Desak Karhutla Naik Status Jadi Bencana Nasional
Kepemilikan Lapak Atas Nama Keluarga Jadi Persoalan, Disdag Samarinda Kaji Penataan Ulang
Koperasi Belum Siap, Iswandi Khawatir Gaji ASN Tertunggak dan Sistem Pembayaran Bermasalah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak

Berita Terbaru