DPRD Bongkar Tiga Catatan Serius BPKAD Samarinda, Utang Pemkot Disebut Tembus Rp600 Miliar

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi.Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi.Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi.

SAMARINDA– Komisi II DPRD Kota Samarinda menemukan tiga persoalan utama dalam evaluasi terhadap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Temuan tersebut meliputi tindak lanjut catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang belum tuntas, usulan anggaran 2027 yang dinilai tidak rasional, hingga besaran utang Pemerintah Kota Samarinda yang disebut mencapai lebih dari Rp600 miliar.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi mengatakan hasil rapat dengar pendapat dengan BPKAD mengungkap masih adanya sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan sebelum pembahasan APBD 2027 dilanjutkan.

“Kami menemukan beberapa persoalan penting yang harus dijelaskan BPKAD, mulai dari temuan BPK, pengajuan anggaran, sampai persoalan utang pemerintah daerah,” kata Iswandi usai hearing di DPRD Samarinda (30/6/2026).

Temuan pertama berkaitan dengan hasil pemeriksaan BPK terhadap pengelolaan keuangan tahun anggaran 2025.

Menurut Iswandi, masih terdapat sejumlah rekomendasi yang belum ditindaklanjuti oleh BPKAD.

Baca Juga :  DPRD Usul Disporapar Samarinda Dipecah, Anggaran Pariwisata Dinilai Terlalu Kecil

“Sampai sekarang masih ada temuan dalam LHP BPK 2025 yang belum diselesaikan,” ujarnya.

Sorotan berikutnya mengarah pada usulan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BPKAD tahun 2027. DPRD mempertanyakan kenaikan anggaran yang mencapai dua hingga tiga kali lipat, sementara realisasi anggaran tahun berjalan dinilai belum maksimal.

Iswandi menilai kenaikan tersebut tidak sejalan dengan capaian program yang dijalankan BPKAD selama 2026.

“Realisasi anggaran tahun ini saja belum optimal, tetapi usulan anggaran tahun depan justru melonjak sangat tinggi. Kami meminta dasar perhitungannya dijelaskan secara rasional,” katanya.

Selain itu, DPRD juga meminta penjelasan mengenai target program yang diajukan, termasuk rencana sertifikasi aset milik pemerintah daerah yang menjadi salah satu kegiatan strategis.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah besaran utang Pemerintah Kota Samarinda. Iswandi menyebut angka utang yang disampaikan BPKAD sebesar Rp400 miliar belum menggambarkan seluruh kewajiban pemerintah daerah.

Baca Juga :  Koleksi Buku Minim dan Kekurangan Pustakawan Jadi Tantangan Literasi di Samarinda

Berdasarkan dokumen yang dimiliki Komisi II, akumulasi utang Pemkot Samarinda disebut telah melampaui Rp600 miliar.

“Kalau dihitung secara keseluruhan, nilainya lebih dari Rp600 miliar. Angka Rp400 miliar yang disampaikan kemungkinan hanya menggambarkan sebagian kewajiban,” tambahnya.

Ia menjelaskan utang tersebut antara lain mencakup kewajiban pembayaran ganti rugi lahan yang telah memiliki putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, serta kewajiban lain yang terus terbawa dari tahun ke tahun.

Atas temuan tersebut, Komisi II meminta BPKAD segera menyerahkan data pendukung secara rinci, termasuk daftar aset yang masih bermasalah dan rincian kebutuhan anggaran tahun 2027.

DPRD juga memastikan akan kembali memanggil BPKAD untuk mendalami asal-usul utang pemerintah daerah sekaligus mengevaluasi skema penyelesaiannya.

“Kami akan memanggil kembali BPKAD untuk menelusuri sumber utang tersebut, bagaimana proses pembayarannya, dan memastikan persoalan ini tidak terus berulang setiap tahun,” tutup Iswandi. (adv/Dprd Samarinda)

Berita Terkait

Data Konsesi Tambang Mulai Dibuka, DPRD Ingin Urusan Sertifikat Tanah Warga Tak Lagi Terhambat
DPRD Samarinda Dorong Pencegahan HIV dan TB Diperkuat, Jangan Hanya Andalkan Pengobatan
DPRD Samarinda Desak Pagar Pengaman Dipasang di Jembatan Mahakam Cegah Aksi Bunuh Diri
DPRD Usul Disporapar Samarinda Dipecah, Anggaran Pariwisata Dinilai Terlalu Kecil
DPRD Samarinda Kebut Raperda Kepemudaan, Target Rampung Tahun Ini
DPRD Samarinda Soroti Rencana Penggantian LPG 3 Kg ke CNG: Jangan Tambah Beban Masyarakat
Anhar Kritik Konsep Sekolah Rakyat: Jangan Ganti Nama, Benahi Akses Pendidikan
31 Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMP Negeri, DPRD Kawal Jalur Manual
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:52 WIB

Data Konsesi Tambang Mulai Dibuka, DPRD Ingin Urusan Sertifikat Tanah Warga Tak Lagi Terhambat

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:31 WIB

DPRD Samarinda Dorong Pencegahan HIV dan TB Diperkuat, Jangan Hanya Andalkan Pengobatan

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:47 WIB

DPRD Samarinda Desak Pagar Pengaman Dipasang di Jembatan Mahakam Cegah Aksi Bunuh Diri

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:43 WIB

DPRD Usul Disporapar Samarinda Dipecah, Anggaran Pariwisata Dinilai Terlalu Kecil

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:39 WIB

DPRD Samarinda Kebut Raperda Kepemudaan, Target Rampung Tahun Ini

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:20 WIB

Anhar Kritik Konsep Sekolah Rakyat: Jangan Ganti Nama, Benahi Akses Pendidikan

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:57 WIB

31 Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMP Negeri, DPRD Kawal Jalur Manual

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:20 WIB

DPRD Samarinda Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik, Khawatir UMKM dan Ekonomi Terdampak

Berita Terbaru