49 Ribu Warga Terancam Kehilangan Jaminan, DPRD Minta Pemkot-Pemprov Segera Sepakati Solusi BPJS

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 21:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar

Samarinda — Polemik pembiayaan BPJS Kesehatan bagi sekitar 49 ribu warga Samarinda belum menemukan titik temu.

DPRD menilai tarik ulur antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi justru memperpanjang ketidakpastian bagi masyarakat, terutama kelompok miskin.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, mengatakan perdebatan yang terjadi tidak akan menghasilkan solusi jika hanya diisi saling menyalahkan antar pihak.

“Kalau hanya debat kursi, itu tidak akan menyelesaikan persoalan,” ujarnya (27/4/2026).

Persoalan ini mencuat setelah sebagian beban iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dikembalikan ke pemerintah kota.

Baca Juga :  HUT RI di Tengah Efisiensi, DPRD Samarinda Pilih Layanan Warga Ketimbang Pesta Besar

Kebijakan tersebut ditolak Pemkot Samarinda karena dinilai berisiko terhadap keberlanjutan jaminan kesehatan masyarakat, khususnya warga kurang mampu.

Anhar menegaskan, dengan dikembalikannya pembiayaan ke daerah, maka tanggung jawab penyelesaian berada di tangan pemerintah kota. Karena itu, langkah cepat diperlukan agar masyarakat tidak dirugikan.

Menurutnya, persoalan ini juga tidak bisa dilepaskan dari tingginya angka kemiskinan di Samarinda.

Ia menyebut, jika angka kemiskinan dapat ditekan, maka beban anggaran untuk iuran BPJS juga akan ikut berkurang.

“Yang harus diselesaikan dulu kemiskinannya. Kalau itu turun, beban BPJS juga ikut ringan,” tegasnya.

Baca Juga :  Abdul Rohim Minta PLN Umumkan Jadwal Pemadaman Lebih Awal

Di sisi lain, ia mendorong adanya keselarasan langkah antara Pemkot Samarinda dan Pemprov Kalimantan Timur dalam mencari jalan keluar.

Ia menilai kedua pihak perlu duduk bersama dan menyepakati solusi bersama, mengingat persoalan ini juga menyangkut masyarakat di tingkat provinsi.

“Harusnya satu suara, karena ini menyangkut masyarakat Kaltim juga,” katanya.

Anhar juga meminta pemerintah kota berani mengambil keputusan strategis untuk memastikan perlindungan masyarakat tetap berjalan, sembari menunggu kejelasan skema pembiayaan ke depan. (ADV/DPRD SMD)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja
HUT RI di Tengah Efisiensi, DPRD Samarinda Pilih Layanan Warga Ketimbang Pesta Besar
DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah
DPRD Pastikan Air Baku Samaqua Aman dari Ancaman Intrusi Air Laut
SPMB 2027, DPRD Samarinda Kunci Zonasi SMP Sejak Siswa Kelas 5 SD
Polder Air Hitam Diusulkan Jadi Ikon Baru Samarinda, Bukan Sekadar Kolam Retensi
DPRD Desak Disporapar Samarinda Dipisah, Pariwisata Dinilai Kurang Fokus
DPRD Samarinda Alihkan Anggaran 17 Agustus untuk Cek Kesehatan Gratis Warga
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:51 WIB

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:56 WIB

HUT RI di Tengah Efisiensi, DPRD Samarinda Pilih Layanan Warga Ketimbang Pesta Besar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:06 WIB

DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:10 WIB

DPRD Pastikan Air Baku Samaqua Aman dari Ancaman Intrusi Air Laut

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:50 WIB

SPMB 2027, DPRD Samarinda Kunci Zonasi SMP Sejak Siswa Kelas 5 SD

Berita Terbaru

Abdul Rohim
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda

Samarinda

DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 18:06 WIB