SAMARINDA– Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Samarinda tahun ini digelar lebih sederhana.
Keterbatasan anggaran daerah membuat DPRD Samarinda memilih mengutamakan kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Alih-alih menggelar pesta besar, DPRD Samarinda menyiapkan sejumlah kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah yang terbuka untuk seluruh warga.
Agenda tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda dan RSUD Inche Abdoel Moeis.
Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mengatakan, kondisi fiskal daerah menjadi pertimbangan utama dalam menentukan konsep perayaan kemerdekaan tahun ini.
Menurutnya, kolaborasi antarinstansi menjadi solusi agar momentum kemerdekaan tetap dapat dirasakan masyarakat tanpa menambah beban belanja daerah.
“Kita tahu saat ini kita tengah mengalami keterbatasan anggaran. Karena itu dibutuhkan kolaborasi agar kita tetap bisa memeriahkan 17 Agustus,” kata Helmi (8/8/2026).
Helmi menyebut, kegiatan kemerdekaan tahun ini tidak diarahkan pada acara seremonial besar, melainkan kegiatan yang memiliki dampak langsung bagi warga.
Efisiensi dilakukan menyusul berkurangnya ruang fiskal pemerintah daerah akibat kebijakan pengurangan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Acara 17 Agustus ini sifatnya seremonial saja. Dengan bekerja sama, tidak membebani belanja operasional dan tidak membebani APBD,” ujarnya.
Menurut Helmi, perayaan kemerdekaan tetap harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk ikut merasakan suasana hari bersejarah tersebut.
Karena itu, rangkaian kegiatan nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi anggota DPRD maupun pegawai, tetapi terbuka bagi masyarakat umum.
“Kegiatan nanti dilaksanakan di depan kantor DPRD Samarinda dan terbuka untuk masyarakat,” jelasnya.
Melalui konsep sederhana tersebut, DPRD Samarinda berharap peringatan HUT ke-81 RI tetap berjalan meriah tanpa mengesampingkan kondisi keuangan daerah. (adv/dprd samarinda)











