SAMARINDA — Rencana renovasi sejumlah pasar tradisional di Samarinda diminta tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Pemerintah Kota Samarinda didorong melakukan kajian mendalam agar pembenahan pasar sesuai dengan kebutuhan pedagang dan masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda Sani Bin Husain mengatakan, kondisi lesunya aktivitas perdagangan saat ini terjadi hampir di seluruh pasar tradisional.
Menurutnya, persoalan pasar tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperbaiki bangunan tanpa mengetahui penyebab utama menurunnya jumlah pembeli.
Ia menyebut pemerintah perlu melakukan riset untuk melihat berbagai faktor yang memengaruhi minat masyarakat berbelanja di pasar tradisional, mulai dari akses menuju lokasi, kenyamanan, hingga kondisi fasilitas.
“Kita harus sadari daya beli masyarakat menurun di semua pasar. Maka perlu dikaji masalahnya apa, sehingga pembeli kurang. Apakah masalah tempat atau akses? Banyak hal yang menjadi faktor,” kata Sani (24/7/2026).
Menurutnya, pembangunan fisik harus berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
Jika renovasi tidak menjawab persoalan utama, maka anggaran yang dikeluarkan berpotensi tidak memberikan dampak besar terhadap aktivitas pasar.
Selain pembenahan fasilitas, Sani juga meminta pemerintah menggandeng pihak swasta untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Ia menilai ketergantungan pasokan dari luar daerah perlu dikurangi agar harga komoditas di pasar tetap terjangkau.
Ia juga mendorong agar setiap pasar tradisional memiliki daya tarik masing-masing dan tidak saling mematikan aktivitas perdagangan.
“Setiap pasar jangan bersaing, bagaimana caranya semua pasar bisa sama-sama ramai pengunjung dan pembeli,” ujarnya.
Terkait kondisi fiskal daerah yang masih terbatas, Sani mengingatkan Pemkot Samarinda agar lebih selektif dalam menentukan program pembangunan.
Menurutnya, setiap proyek harus memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Renovasi pasar tidak masalah, tapi perlu kajian dari masyarakat. Kalau masyarakat tidak ingin, tidak usah. Apalagi fiskal kita belum kuat saat ini, jangan sedikit-sedikit membangun. Kita fokus pada hal yang benar-benar bermanfaat,” demikian Sani. (adv/dprd samarinda)











