Samarinda: DPRD Kota Samarinda mendesak pemerintah daerah untuk melakukan telaah secara mendalam terkait rencana implementasi kurikulum koding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sekolah-sekolah lokal.
Wacana integrasi mata pelajaran ini mencuat menyusul langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menjadwalkan penerapan materi koding serta AI mulai tahun ajaran 2025/2026.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah, menilai bahwa kawasan urban seperti Samarinda pada dasarnya memiliki modal yang cukup untuk mengadopsi sistem pembelajaran berbasis digital.
Meski demikian, ia memberikan catatan khusus agar pemberlakuan mata pelajaran pilihan dari tingkat SD, SMP, hingga SMA ini tidak sekadar menjadi program seremonial tanpa output yang konkret.
“Secara kapasitas, Samarinda sangat memungkinkan untuk menerapkan kurikulum Koding dan AI. Namun, pemerintah harus mengkaji ulang secara komprehensif mengenai dampaknya dalam jangka panjang serta produk nyata apa yang mampu dilahirkan dari kurikulum tersebut,” ujar Harminsyah (8/6/2026).
Ia tidak menampik bahwa mengenalkan dasar-dasar koding dan AI kepada anak-anak sejak usia dini memiliki dampak positif, seperti mengasah pola pikir logis yang terstruktur, menstimulasi kemampuan menyelesaikan masalah hingga memicu daya kritis siswa.
Kendati demikian, evaluasi menyeluruh tetap menjadi poin krusial agar kurikulum anyar ini nantinya tidak justru berubah menjadi beban baru, baik bagi para murid maupun manajemen sekolah.
“Analisis yang lebih mendalam sangat diperlukan. Di satu sisi kita memang dituntut untuk adaptif terhadap arus perkembangan teknologi dan modernisasi saat ini,” urainya
Harminsyah berharap agar mata pelajaran koding dan AI ini kelak mampu mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi tinggi di bidangnya.
“Penguasaan teknologi saat ini adalah hal yang mutlak. Namun yang wajib kita pastikan adalah bagaimana kesiapan instrumen pendukung di lapangan, sehingga kurikulum baru ini benar-benar memberikan pengaruh nyata bagi kualitas lulusan kita,” pungkasnya.(adv/DPRD Samarinda)











