WFH ASN 93,8 Persen, DPRD Temukan OPD Belum Lapor Kinerja

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 21:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng

Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng

Samarinda — Tingkat kepatuhan aparatur sipil negara (ASN) di Kota Samarinda selama penerapan Work From Home (WFH) tercatat mencapai 93,8 persen.

Namun, DPRD menemukan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) belum mencatatkan laporan kinerja karena belum terintegrasi dengan sistem pemantauan digital.

Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, mengatakan kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti agar pelaksanaan WFH tetap berjalan efektif dan akuntabel.

“WFH ini kebijakan dari pusat dan didukung pemerintah daerah. Tapi pelayanan publik tetap harus berjalan, dan kinerja ASN tidak boleh menurun,” ujarnya, Selasa (29/4/2026).

Baca Juga :  DPRD Samarinda Dorong Pencegahan HIV dan TB Diperkuat, Jangan Hanya Andalkan Pengobatan

Berdasarkan data dashboard WFH Pemkot Samarinda, sejumlah OPD seperti Dinas Perikanan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Perlindungan Anak (DP2PA), serta Sekretariat DPRD Samarinda belum mencatatkan laporan kepatuhan.

Hal itu disebabkan sistem pelaporan digital belum terpasang di instansi tersebut.

Dalam skema WFH, ASN diwajibkan melaporkan aktivitas setiap Jumat, meliputi kehadiran, capaian kinerja, efisiensi energi, hingga kontribusi terhadap penurunan emisi.

Ronal menegaskan, meski bekerja dari rumah, ASN tetap harus siaga selama jam kerja dan merespons instruksi pimpinan dengan cepat.

Baca Juga :  Anhar Kritik Konsep Sekolah Rakyat: Jangan Ganti Nama, Benahi Akses Pendidikan

“Selama WFH, ASN harus tetap aktif, responsif, dan disiplin. Absensi dan kinerja tidak boleh berkurang,” katanya.

Terkait nihilnya laporan dari Sekretariat DPRD, Komisi I akan melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kendala yang terjadi, sekaligus mendorong integrasi sistem pelaporan.

“Kami akan minta penjelasan dari Plt Sekwan dan melakukan evaluasi menyeluruh agar pelaporan bisa maksimal dan terintegrasi,” tutupnya. (ADV/DPRD SMD)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja
Data Konsesi Tambang Mulai Dibuka, DPRD Ingin Urusan Sertifikat Tanah Warga Tak Lagi Terhambat
DPRD Samarinda Dorong Pencegahan HIV dan TB Diperkuat, Jangan Hanya Andalkan Pengobatan
DPRD Samarinda Desak Pagar Pengaman Dipasang di Jembatan Mahakam Cegah Aksi Bunuh Diri
DPRD Usul Disporapar Samarinda Dipecah, Anggaran Pariwisata Dinilai Terlalu Kecil
DPRD Samarinda Kebut Raperda Kepemudaan, Target Rampung Tahun Ini
DPRD Samarinda Soroti Rencana Penggantian LPG 3 Kg ke CNG: Jangan Tambah Beban Masyarakat
Anhar Kritik Konsep Sekolah Rakyat: Jangan Ganti Nama, Benahi Akses Pendidikan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:51 WIB

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:52 WIB

Data Konsesi Tambang Mulai Dibuka, DPRD Ingin Urusan Sertifikat Tanah Warga Tak Lagi Terhambat

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:31 WIB

DPRD Samarinda Dorong Pencegahan HIV dan TB Diperkuat, Jangan Hanya Andalkan Pengobatan

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:47 WIB

DPRD Samarinda Desak Pagar Pengaman Dipasang di Jembatan Mahakam Cegah Aksi Bunuh Diri

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:43 WIB

DPRD Usul Disporapar Samarinda Dipecah, Anggaran Pariwisata Dinilai Terlalu Kecil

Berita Terbaru