Halte Disulap Jadi Tempat Tinggal, DPRD Samarinda Desak Penertiban

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 14:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar.

Samarinda — DPRD Kota Samarinda mendesak pemerintah kota segera menertibkan halte bus di Jalan Pahlawan yang belakangan disalahgunakan sebagai tempat tinggal. Kondisi ini dinilai mencederai fungsi fasilitas publik dan tidak bisa dibiarkan berlarut.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) segera mengambil langkah konkret untuk mengembalikan fungsi halte sebagaimana mestinya.

“Halte itu diperuntukkan bagi masyarakat yang menunggu transportasi, bukan untuk tempat tinggal. Itu tidak dibenarkan,” kata Deni (2/5/2026).

Ia menegaskan, penyalahgunaan fasilitas umum tidak bisa ditoleransi dengan alasan apa pun.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Belum Pegang Dokumen Proyek Hotel yang Dikeluhkan 19 Warga

DPRD juga meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar digunakan sesuai peruntukannya.

Di sisi lain, DPRD mendorong pemerintah kota mempercepat rencana penyediaan transportasi massal sebagai upaya mengoptimalkan fungsi halte di Samarinda.

Program tersebut sebelumnya ditargetkan berjalan pada 2026, namun tertunda dan baru akan dianggarkan kembali pada 2027.

“Karena ada kendala, perencanaannya kita dorong masuk di 2027,” ujarnya.

Transportasi massal yang dirancang meliputi bus sekolah dan angkutan umum dalam kota, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp900 juta.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Soroti Minimnya Pengembangan Seni Budaya, Dorong Jadi Sumber PAD

Deni menyebut armada yang digunakan sebaiknya menyesuaikan kondisi jalan di Samarinda yang relatif sempit, yakni menggunakan bus kecil atau mikrobus dengan kapasitas 15 hingga 20 penumpang.

“Transportasi ini difokuskan untuk kebutuhan masyarakat dan pendidikan,” katanya.

Menurutnya, kehadiran transportasi massal tidak hanya akan menghidupkan kembali fungsi halte, tetapi juga membantu menekan biaya transportasi masyarakat serta mendukung pengembangan Samarinda sebagai kota metropolitan. (ADV/DPRD SMD)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat
Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan
Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan
Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek
Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak
Peralatan Pemadam Rusak, Abdul Rohim Desak Karhutla Naik Status Jadi Bencana Nasional
Kepemilikan Lapak Atas Nama Keluarga Jadi Persoalan, Disdag Samarinda Kaji Penataan Ulang
Koperasi Belum Siap, Iswandi Khawatir Gaji ASN Tertunggak dan Sistem Pembayaran Bermasalah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Ahmad Vananzda Minta Pembangunan Jalan Pasar Pagi Disetop, Soroti Akses Darurat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Kejar PAD dari Sektor Wisata, DPRD Samarinda Targetkan Ranperda Pariwisata Segera Disahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Peralatan Relawan Rusak, DPRD Desak BTT Rp13 Miliar Segera Dicairkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Rumah Warga Rusak akibat Proyek JW Marriott, DPRD Samarinda Ancam Hentikan Pembangunan jika Kompensasi Mandek

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Hibah Lahan 10 Warga untuk Jalan Sambutan–Merdeka Belum Tuntas, Komisi I Desak BPKAD Bergerak

Berita Terbaru