Siswa SMKN 4 Samarinda Meninggal Diduga Sepatu Sempit, DPRD Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi.

Samarinda — Komisi IV DPRD Kota Samarinda prihatin atas meninggalnya seorang siswa SMK Negeri 4 Samarinda yang diduga akibat infeksi fatal setelah menggunakan sepatu sekolah yang kekecilan.

Peristiwa ini dinilai menjadi tamparan keras bagi akurasi penyaluran bantuan sosial di kota ini.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menyebut kasus tersebut menunjukkan masih lemahnya pendataan warga kurang mampu sehingga bantuan tidak menyentuh yang paling membutuhkan.

“Kita minta Dinas Sosial segera memperbaiki data. Harus jelas mana warga yang benar-benar membutuhkan agar bantuan tepat sasaran,” kata Ismail (3/5/2026).

Baca Juga :  DPRD Samarinda Dukung Regulasi LGBTQ, Dorong Edukasi Sejak Dini

Informasi yang dihimpun, korban terpaksa menggunakan sepatu sempit karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Kondisi itu memicu pembengkakan pada kaki yang kemudian menjalar hingga ke tubuh dan berujung pada kematian. Ironisnya, keluarga korban disebut tidak pernah menerima bantuan sosial.

Ismail menegaskan, meski pengelolaan SMK berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, namun status korban sebagai warga Samarinda tetap menjadi tanggung jawab pemerintah kota dalam aspek perlindungan sosial.

“Ini bukti ada masyarakat miskin yang terlewat. Jangan sampai kelemahan pendataan membuat warga terabaikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Gedung Megah Pasar Pagi Samarinda Tak Sejalan dengan Nasib Pedagang

Ia juga menyoroti minimnya kepekaan di tingkat lingkungan. Peran ketua RT dan masyarakat sekitar dinilai penting untuk mendeteksi kondisi warga yang mengalami kesulitan ekonomi.

“Harus ada kepekaan. Ketua RT dan lingkungan sekitar seharusnya bisa lebih cepat mengetahui kondisi warganya,” tegasnya.

DPRD meminta aparat di tingkat bawah segera melaporkan jika menemukan warga yang mengalami krisis kesejahteraan agar bantuan pemerintah bisa segera disalurkan.

“Kasus ini jangan terulang. Kalau ada warga kesulitan, segera komunikasikan supaya pemerintah bisa hadir,” kata Ismail. (ADV/DPRD SMD)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja
HUT RI di Tengah Efisiensi, DPRD Samarinda Pilih Layanan Warga Ketimbang Pesta Besar
DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah
DPRD Pastikan Air Baku Samaqua Aman dari Ancaman Intrusi Air Laut
SPMB 2027, DPRD Samarinda Kunci Zonasi SMP Sejak Siswa Kelas 5 SD
Polder Air Hitam Diusulkan Jadi Ikon Baru Samarinda, Bukan Sekadar Kolam Retensi
DPRD Desak Disporapar Samarinda Dipisah, Pariwisata Dinilai Kurang Fokus
DPRD Samarinda Alihkan Anggaran 17 Agustus untuk Cek Kesehatan Gratis Warga
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:51 WIB

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:56 WIB

HUT RI di Tengah Efisiensi, DPRD Samarinda Pilih Layanan Warga Ketimbang Pesta Besar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:06 WIB

DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:10 WIB

DPRD Pastikan Air Baku Samaqua Aman dari Ancaman Intrusi Air Laut

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:50 WIB

SPMB 2027, DPRD Samarinda Kunci Zonasi SMP Sejak Siswa Kelas 5 SD

Berita Terbaru

Abdul Rohim
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda

Samarinda

DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 18:06 WIB