DPRD Samarinda Kritiki Operasional Insinerator, Upah dan Keselamatan Kerja Jadi Perhatian

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah

Samarinda— DPRD Kota Samarinda menyoroti operasional insinerator pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal, khususnya terkait dugaan ketidaksesuaian upah, beban kerja, dan aspek keselamatan petugas.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah, menyatakan pihaknya akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda (DLH) untuk meminta penjelasan menyeluruh terkait sistem operasional insinerator, termasuk pola kerja dan perlindungan tenaga kerja.

“Informasi yang berkembang ada pekerja yang mengundurkan diri, salah satunya karena gaji yang dianggap tidak sesuai. Ini masih kami dalami,” ujarnya, (23/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam sistem insinerator seharusnya terdapat pembagian kerja yang jelas antara petugas pemilah dan pembakar sampah. Sampah yang diolah pun harus melalui proses pemilahan, dan hanya sampah residu yang dibakar.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total MBG, Temukan Makanan Tak Layak di Sekolah

“Plastik, kardus, botol itu seharusnya dipilah terlebih dahulu, tidak langsung dibakar,” katanya.

Namun, DPRD mempertanyakan kondisi di lapangan, apakah pekerja menjalankan tugas sesuai fungsi atau justru merangkap pekerjaan sekaligus.

“Kalau satu orang harus memilah sekaligus membakar, tentu itu berat. Ini yang perlu kami pastikan,” tegasnya.

Berdasarkan informasi awal, gaji pekerja insinerator berada di kisaran Rp2,5 juta per bulan, meski belum ada konfirmasi resmi. DPRD menilai besaran tersebut harus disesuaikan dengan beban kerja melalui analisis beban kerja (ABK).

“Kalau beban kerja tinggi, maka upah juga harus menyesuaikan,” ujarnya.

Selain itu, aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian. DPRD menegaskan pekerja wajib dilengkapi alat pelindung diri (APD) seperti sepatu boot, masker, helm, dan rompi, yang penyediaannya menjadi tanggung jawab pengelola.

Baca Juga :  PAD Naik, Layanan Air Masih Timpang: DPRD Desak Perumdam Benahi Distribusi

“Jangan sampai pekerja menyiapkan sendiri. Ini menyangkut keselamatan mereka,” katanya.

Lebih lanjut, Andriansyah menilai persoalan insinerator tidak terlepas dari sistem pengelolaan sampah secara keseluruhan, terutama minimnya pemilahan dari sumber.

Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengurangi beban pengelolaan sampah, termasuk melalui pemilahan di tingkat rumah tangga.

DPRD juga mendorong penguatan program berbasis masyarakat, seperti pembentukan komunitas peduli lingkungan di tingkat RT, guna mendukung pengawasan dan edukasi pengelolaan sampah.

“Kami ingin program ini berjalan maksimal dan tidak menimbulkan persoalan baru,” pungkasnya. (ADV/DPRD SMD)

Berita Terkait

Data Konsesi Tambang Mulai Dibuka, DPRD Ingin Urusan Sertifikat Tanah Warga Tak Lagi Terhambat
DPRD Samarinda Dorong Pencegahan HIV dan TB Diperkuat, Jangan Hanya Andalkan Pengobatan
DPRD Samarinda Desak Pagar Pengaman Dipasang di Jembatan Mahakam Cegah Aksi Bunuh Diri
DPRD Usul Disporapar Samarinda Dipecah, Anggaran Pariwisata Dinilai Terlalu Kecil
DPRD Samarinda Kebut Raperda Kepemudaan, Target Rampung Tahun Ini
DPRD Samarinda Soroti Rencana Penggantian LPG 3 Kg ke CNG: Jangan Tambah Beban Masyarakat
Anhar Kritik Konsep Sekolah Rakyat: Jangan Ganti Nama, Benahi Akses Pendidikan
31 Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMP Negeri, DPRD Kawal Jalur Manual
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:52 WIB

Data Konsesi Tambang Mulai Dibuka, DPRD Ingin Urusan Sertifikat Tanah Warga Tak Lagi Terhambat

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:31 WIB

DPRD Samarinda Dorong Pencegahan HIV dan TB Diperkuat, Jangan Hanya Andalkan Pengobatan

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:47 WIB

DPRD Samarinda Desak Pagar Pengaman Dipasang di Jembatan Mahakam Cegah Aksi Bunuh Diri

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:43 WIB

DPRD Usul Disporapar Samarinda Dipecah, Anggaran Pariwisata Dinilai Terlalu Kecil

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:39 WIB

DPRD Samarinda Kebut Raperda Kepemudaan, Target Rampung Tahun Ini

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:20 WIB

Anhar Kritik Konsep Sekolah Rakyat: Jangan Ganti Nama, Benahi Akses Pendidikan

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:57 WIB

31 Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMP Negeri, DPRD Kawal Jalur Manual

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:20 WIB

DPRD Samarinda Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik, Khawatir UMKM dan Ekonomi Terdampak

Berita Terbaru