Pipa Metana Dipangkas, Proyek Rp28 Miliar di TPA Sambutan Dinilai Tak Sesuai Desain

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 21:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Wali Kota Samarinda saat melakukan Kunjungan Lapangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan di jalan Pelita 7 Samarinda

Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Wali Kota Samarinda saat melakukan Kunjungan Lapangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan di jalan Pelita 7 Samarinda

Samarinda — Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kota Samarinda menemukan ketidaksesuaian pada proyek pembangunan sanitary landfill zona 2 di TPA Sambutan, setelah jumlah pipa penangkap gas metana di lapangan hanya terpasang 9 titik dari rencana awal 25 titik.

Ketua Pansus LKPJ, Achmad Sukamto, mengatakan temuan tersebut menunjukkan hasil pekerjaan belum optimal, meski proyek senilai Rp28 miliar itu telah dinyatakan selesai 100 persen oleh kontraktor dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Dengan dana Rp28 miliar untuk pembuatan sanitary landfill ini, saya lihat proyek ini hasilnya masih kurang maksimal,” ujarnya usai peninjauan lapangan, Senin (27/4/2026).

Baca Juga :  Produk UMKM Sulit Tembus Retail, Sani Minta Pendampingan Diperkuat

Menurutnya, pengurangan jumlah pipa berpotensi memengaruhi kinerja sistem penangkapan gas metana yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan sampah.

Gas tersebut rencananya akan dimanfaatkan sebagai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

“Kalau dikurangi dari 25 pipa menjadi 9 pipa, tentu keluarannya tidak maksimal. Padahal perencanaan awal sudah menghitung kebutuhan 25 titik,” katanya.

Perubahan spesifikasi teknis itu disebut berkaitan dengan permintaan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) agar tersedia ruang bagi pergerakan alat berat di atas timbunan sampah.

Wakil Ketua Pansus LKPJ, Abdul Rohim, meminta penjelasan rinci atas perubahan tersebut.

Baca Juga :  Manusia Silver Kembali Marak, DPRD Samarinda Minta Satpol PP Konsisten Menertibkan

Ia menilai desain awal proyek semestinya telah melalui kajian teknis dan ilmiah sebelum ditetapkan.

“Meski ada argumen diameter pipa diperbesar, itu belum tentu bisa mengakomodasi kebutuhan pengelolaan limbah secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan spesifikasi tidak bisa dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan pengendalian limbah cair dan gas agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Sanitary landfill merupakan metode pengelolaan sampah dengan cara memadatkan dan menutup sampah menggunakan tanah, sekaligus menangkap gas metana yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. (ADV/DPRD SMD)

Follow WhatsApp Channel suaraetam.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja
HUT RI di Tengah Efisiensi, DPRD Samarinda Pilih Layanan Warga Ketimbang Pesta Besar
DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah
DPRD Pastikan Air Baku Samaqua Aman dari Ancaman Intrusi Air Laut
SPMB 2027, DPRD Samarinda Kunci Zonasi SMP Sejak Siswa Kelas 5 SD
Polder Air Hitam Diusulkan Jadi Ikon Baru Samarinda, Bukan Sekadar Kolam Retensi
DPRD Desak Disporapar Samarinda Dipisah, Pariwisata Dinilai Kurang Fokus
DPRD Samarinda Alihkan Anggaran 17 Agustus untuk Cek Kesehatan Gratis Warga
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:51 WIB

DPRD Dorong Job Fair Samarinda Digelar Berkala, Tekan Pengangguran hingga Perkuat Pelatihan Kerja

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:56 WIB

HUT RI di Tengah Efisiensi, DPRD Samarinda Pilih Layanan Warga Ketimbang Pesta Besar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:06 WIB

DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:50 WIB

SPMB 2027, DPRD Samarinda Kunci Zonasi SMP Sejak Siswa Kelas 5 SD

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Polder Air Hitam Diusulkan Jadi Ikon Baru Samarinda, Bukan Sekadar Kolam Retensi

Berita Terbaru

Abdul Rohim
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda

Samarinda

DPRD Samarinda Tahan Rencana Bongkar Menara Taman Samarendah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 18:06 WIB